Senin, 11 Juli 2011

Tema 11 Juli 2011

Hallo penulis smanda, apa kabarnya malam ini? Ada pengumuman nih dari admin, jadi ada perubahan cara bermain di blog ini. Sekarang jangka waktu pengiriman karya akan lebih lama, 1 minggu. Ya kita beri masa aktif yang lebih lama buat kalian untuk menulis. Dengan waktu yang lebih lama juga, kami harapkan karya kalian lebih baik lagi, lebih rapih lagi, baik itu tanda baca maupun kosakata, dibandingkan dengan menulis yang hanya diberi waktu 2 jam. Kalian boleh ngirim karya kapanpun, mau pagi, siang, sore, atau malam tetep diterima, sebelum waktu pentutupan karya diumumkan. Pengumuman tema baru dan penutupan karya seperti biasa, akan diumumkan melalui akun twitter @smandamagazine.

Untuk mengawali cara bermain yang baru ini, temanya adalah "KELASKU". Gimana? punya banyak kenangan kan dengan kelas kalian? dengan teman-teman, guru, wali kelas? ayo berbagi cerita menarik.

Oh iya, buat teman-teman yang baru mau ikutan menulis, masih boleh mengirimkan karya dengan tema-tema sebelumnya:
1. Pita Nyawa
2. Parade
3. Kamu
4. Televisi
5. Senin
6. Merah
7. Mimpi
8. Sahabat
9. Foto
10. Waktu

Selamat menulis ya :D

Minggu, 10 Juli 2011

Waktu

Oleh: Mega Puspita Sari
@Megalithikum


Kembali Mengingat-Ingat ...

..............................
...............
Degdegan Waktu Daftar Masuk Ke SMANDA,
Sedikit Kecewa Karena Bukan Itu Impian Saya.
..............................
................................
Degdegan Waktu Masa MOS Tiba.
Dengan Modal Tampang Polos Utk Selamat Sampai Hari Terakhir.
..............................
...........................................................
Degdegan Waktu Kenalan Dengan Temanteman Baru.
Mmmm... Apa Yg Harus Saya Ucapkan Ya ? Hai, Apa Kabar ?
..............................
...........................................................
Degdegan Waktu LKS Tiba.
Duh! Apa Lagi Itu ? Kesal.
..............................
..................
Degdegan Waktu Dia Lewat Depan Kelas.
Ya Tuhan ... Speechless.
..............................
..............................................................
Degdegan Waktu Tau Belajar Ekonomi.
Gurunya Galak Ya ? Bener Ga Sih ?
..............................
.............................
Degdegan Waktu Tau Didaftarin Jadi DK.
Dalam Barisan. Sial. Siapa Sih Yang Iseng Daftarin ? Awas Ya !!
..............................
....................................................
Degdegan Waktu Malam Puncak.
Viva SMANDA ! Salam DK !
..............................
......................................................
Degdegan Waktu Pertama Kali Bertugas.
Lirik Kanan Kiri. Lirik Atas Bawah. Kamu ! Sini Bentar ..
..............................
....................................................
Degdegan Waktu Pelajaran Kimia.
Pegel. Kapan Disuruh Duduknya Nih ?
..............................
...................................................
Degdegan Waktu Tau Ditaksir Adik Kelas.
Apaan Sih Liat-Liat ?!
..............................
....................................................
Degdegan Waktu Ujian Nasional Tiba.
Aduh Rumus Ini Apa Ya ? Artinya Apaan Nih ?
..............................
.....................................................
Degdegan Waktu Buka Surat Pengumuman.
Lulus? Tidak Lulus? Lulus? Tidak Lulus?
..............................
....................................................
Degdegan Waktu Harus Tanda Tangan & Cap 3 Jari.
Fotonya Bagus Ga Ya ? Tanda Tangan Yg Mana Ya ?
..............................
....................................................
Degdegan Waktu Harus Ikut Perpisahan.
Hikshikshiks
..............................
.....................................................

Kembali Tersadar,,,

Hhhh... Waktu.
Maafkan Saya Tuhan, Waktu Itu Saya Sedikit Kecewa Terhadap-Mu.
Ternyata Rencanamu Lebih Indah :)

Tema 10 Juli 2011

Halo semuanya? Penasaran untuk tema malam ini?

Malam ini temanya adalah "WAKTU", rentetan kejadian "Waktu" kapan yang paling berkesan untuk kalian? Ayo share tulisan kalian, seperti biasa kami tunggu sampai jam 10! :)

Yang Terbaik Dari "Foto"

Selamat malam #smandacivil :D

Yang terbaik dari tema kemarin adalah.... Dita Sesylia F. dengan karyanya yang berjudul Potret Kehidupan. Kenapa karya Dita? Dita kembali bisa menuturkan dengan sudut pandangnya yang lain apa itu "Foto". Pemilihan katanya yang bagus namun mudah untuk dipahami membuat tulisan Dita enak untuk dibaca.

Selamat untuk Dita, terus menulis ya!

Potret Kehidupan

Oleh: Dita Sesylia

Putih atau hitam dia akan selalu terkenang. Menyusuri waktu membawa cerita yang sama. Titik tinta mengantarkan semua itu. Kelihaian jemari membuat cerita itu terbaca. Mengarahkan sasaran si pembuat cerita. Tak butuh kuatnya otot maupun mereka yang cerdik. Karena semua pasti memiliki cerita. Hanya kamu yang akan membuatnya istimewa. Foto. Namun kelabunya awan takkan hanya mengisyaratkan jenuhnya kadar air, tapi lebih dari itu.

Bagaimana bisa selembar kertas dapat membawamu terjun menyelami kehidupan yang lalu? Bagaimana bisa selembar kertas membuatmu berani membuka kelamnya masa lalu? Bagaimana bisa selembar kertas mampu mengubah guratan di wajahmu? Anehkah? Ya, untuk kemarin tapi tidak, untuk sekarang. Maka sudahkah kamu mendapatkan isyarat lainnya dari awan yang kelabu? 

Foto takkan bangun demi cerita kosong. Bukan hanya sekedar cerita. Bukan hanya sekedar gambar indah. Namun potret hiduplah yang mampu membangunkan dia dari peraduannya. Ya, potret kehidupan.

Pagi itu tak biasanya kudapati diri sedang membaca sebuah surat kabar harian. Di halamannya kutemukan sebuah foto yang menceritakan sebuah realita. Seorang Ibu tua yang sedang membereskan daun pisang dagangannya ditemani teman-temannya yang sudah terlelap di pinggir jalan diselimuti dinginnya malam tanpa alas. Timbulah sebuah empatik, melayangkan pandanganku pada langit yang menguning, membayangkan aku lah dia, tanpa berbagai fasilitas yang kurasakan sekarang, tanpa kepedulian di sekelilingku, tanpa kemudahan di sisiku, tanpa orangtua di sampingku, dan aku tak bisa! Harus kuakui betapa kuatnya mereka menjalani semua itu, meski mereka bukanlah seorang muda yang memiliki stamina yang prima, tapi mereka menerima semua ini. Aku takjub. Aku terkesan. Dan aku termotivasi. Aku harus memiliki semangat seperti mereka dan selalu bersyukur atas apa yang terjadi, tidak semua orang dapat merasakan rezeki yang kurasa. Dan aku akan belajar dari mereka.

Teknik dan makna, dua hal yang dapat kamu raih dalam foto. Mereka hidup di sisi yang berbeda namun itu takkan mampu membuat mereka bercerai berai membuatmu hidup sia-sia, tapi mereka akan tulus mengajarkanmu sesuatu, membiarkanmu tinggi pengetahuan akan apa yang tertuang di dalamnya. Dan mengerti akan arti kehidupan lebih dalam melalui realita yang tertuang dalam sebuah foto, sebuah potret kehidupan.

Sabtu, 09 Juli 2011

Album Usang

Album Usang
Oleh: Yudhistira Dwi A.
@yudhistiradwi / http://pintabo.blogspot.com
 
Siang itu aku berjalan ke tepian sungai. Lalu kulihat ada beberapa orang anak sedang mencari ikan di parit dekat persawahan.
 
“Eh! Itu ikannya! Kejer!” teriak seorang anak di ujung parit.
 
Riuh bunyi air pun terdengar begitu nyaring.
 
“Dapet!” seorang anak berteriak dengan riangnya.
 
“Dapet apanya? Itukan daun,” sahut temannya.
 
Mereka pun tertawa lepas. “Ah, enaknya jadi anak-anak, ngelakuin semuanya seakan ini dunianya sendiri. Kalau sudah besar pasti ga bakalan bisa kaya gini lagi,” pikirku. Lalu, tanpa pikir panjang kupotret mereka yang sedang asik mencari ikan.
 
Setibanya di rumah, aku pun mencari album foto di lemari. “Akhirnya ketemu juga,” ucapku. Album tersebut terlihat usang dan berdebu sekali.  Kubuka album itu, lalu kuamati satu persatu fotonya. Tiba-tiba mataku terhenti pada sebuah foto, sebuah foto yang memuat diriku saat kecil. Di foto itu ada aku yang mengenakan baju tidur dan sedang menenteng sebuah teko. “Lucunya,” pikirku.
 
Lalu, pikiranku pun melayang ke masa disaat aku masih kanak-kanak. Teringat saat pindahan rumah dulu, aku sedang duduk di atas sandaran kursi dan mengenakan kaos kaki di tangan. Teringat juga saat sampai ke rumah baruku yang dulu. Dan teringat pula saat pertama kali kuberkenalan dengan seorang tetangga yang hingga kini masih menjadi sahabat terbaikku. Hingga saat dimana aku harus pindah rumah lagi, aku berpamitan dengan temanku lewat telepon.
 
Lalu kututup album itu. “Seandainya bisa balik lagi ke waktu itu,” pikirku polos.
 
~(‘-.-‘~)
 
Kenangan adalah sebuah karunia yang tidak ternilai harganya. Tanpa sebuah kenangan manusia tidak dapat belajar mengendalikan emosi. Menurutku belajar mengendalikan emosi di sini, kita bisa belajar mengendalikan emosi dari sisi positif atau negatif dari sebuah kejadian pada kenangan tersebut.  Tapi apalah artinya bila sebuah kenangan tidak diabadikan, seperti foto misalnya. Menurutku foto itu seperti pintu kenangan yang bergerak bagaikan efek domino. Efek domino? Iya, karena begitu kita melihat satu foto biasanya kenangan yang lain pasti ikut teringat.
 
(m’-.-‘)m

Sekedar gambar,berbagai cerita !

oleh : Adam Prabowo
@adaamprabowo

berawal dari sebuah foto yang tersimpan rapih di lemari,dan mulai membawanya ke depan beberapa orang
"ini fotonya siapa ?"
"Yang mana ?"
"Itu loh yang masih kecil,lucu ya ?"
"Yang ini,ini mah saya,hahahahaha,lucu kan ?"
"(melongo)"

Mungkin itu adalah beberapa cerita ketika kita memperlihatkan kenangan kita sewaktu masih kecil dengan beberapa fotonya yang tertata monoton
karena dengan melihat foto itu kita tahu bahwa bagaimana ketika kita kecil dulu,bagaimana kita masih keliatan lucu lucu dan lain sebagainya.
Di sini saya mau menceritakan beberapa kenangan tentang kelas yang semuanya ditampung di kertas kertas gambar yang mungkin beberapa tahun lagi akan usang
dan berdebu.ceritanya :

hari itu merupakan hari dimana saya dan teman teman mengalami gejolak emosional tinggi (lebay) kerana apa ?
karena hari ini adalah hari terakhir kita sama sama lagi,hari dimana proses KBM terakhir di kelas saya.Bagaimana tidak selama setahun ini saya dan teman teman terpilih saya banyak melakukan hal hal yang menyenangkan,menyebalkan,dan menyedihkan.Dimana awalnya kita masih yang belum kenal ini lah siapa itu lah,tapi mulai hari ini orang yang selama setahun belajar meraih cita cita bersama bukan mereka lagi.Tapi ya tapi semuanya merupakan momentum massa yang harus kita jalani,karena saya tahu bahwa "suatu hari" nanti kita akan bersama lagi.Jadi karena hari itu adalah hari terakhir jadi temen temen saya semuanya diem diem gimana gitu,mungkin malu atau mungkin juga ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan di hari terkahir kita bareng bareng lagi,yah semuanya seperti itu.Mulailah beberapa teman teman terpilih saya bercerita mulai dari ikutan Organisasi LKK lah PPDK lah rutinitas di kelas gimana,dikantin di lapangan di Masjid di Tempat Parkir di WC (ups) tentang teman sebangku curhat tentang si Dia lah tentang Study Tour juga tugas kelompok juga ulangan dan dan dan dan lain lainnya.Puncaknya ketika saya mulai membuka pembicaraan untuk keterakhir kalinya di depan kelas untuk meminta maaf dan berterima kasih kepada Teman teman saya yang terpilih menemani saya selama satu tahun pelajaran pendidikan,semuanya meneteskan air mata,mungkin mereka dan saya juga merasakan jelas bagaimana rasanya berpisah dengan mereka,langsung saja terlintas wajah wajah mereka saat tertawa,saat marah,saat bosan di pikiran saya.Semuanya terlihat miris,dan rasanya aneh ! tapi yang membuat saya susah untuk melupakan mereka adalah kenangan kenangan mereka yang tersimpan dalam sebuah gambar,FOTO ! hanya melihat foto foto kita yang penuh dengan makna,saya merasakan kalian selalu ada di samping saya,selalu rame !.Foto kalian jugalah yang ngebuat saya berkaca kaca sendiri,ketawa sendiri sampe ngomong sendiri (ehehehe) dan taukah kalian kalian semua ? bahwasanya foto foto itulah yang ngebuat kita ngerasa punya masa lalu yang penuh dengan makna.Jangan buang atau taruh foto foto yang menurut kalian berkesan dalam hidup kalian karena foto foto tersebut mampu memberikan suatu motivasi untuk kita jadi lebih baik lagi,contohnya

A : "(buka foto mamah sama papah)"
B : "Foto siapa tuh ?"
A : "Oh,foto keluarga !" 
B :  "Tumben ngeliat"
A : "soalnya kalo  ngeliat foto mereka semua semangat tuh gampang untuk saya dapatkan"
si A pasti merasa mengebu gebu karena si A tahu bahwa mengecewakan orang tua adalah tindakan yang diam diam membunuh mereka

Lihatlah ! hanya dengan sebuah foto ! Dalam hati saya ketika saya menutup foto foto kenangan saya mulai dari kecil hingga saat ini saya,saya hanya berkata :

"Suatu hari nanti,entah kapan semuanya pasti berjalan lebih baik dari sekarang . . . Tak akan ada lagi kita,mereka,kalian,kamu dan saya.Hanya foto fotoku ini yang akan saya simpan serapih mungkin karena foto foto itu mempunyai cerita yang terlalu rapih untuk saya ungkapkan."

Entah dalam foto itu,orang orang yang kita kenal berubah atau telah tiada atau juga menghilang begitu saja.
Apapun tentang FOTO ini saya berterimakasih kepada kalian
dan besarnya terimakasih saya karena otak otak penemu Kamera beserta komponennya,karena dengan otak merekalah semua kenangan itu bisa kita lihat dan kita simpan

Teman,jangan tinggali hal yang menurut kalian itu perlu untuk diingat dan diceritakan kembali kepada seluruh dunia.

Ini ceritaku loh ! lalu dimana dan kapan ceritamu ?