Sabtu, 17 Mei 2014

Tujuan Akhir

Nama: Ditya Puteri
Kelas: X MIIA 9


Setiap jalan punya tujuan.
Setiap jalan punya akhir.
Dan setiap jalan punya persimpangannya masing-masing.

Aku menatap ke depanku. Belokan-belokan jalan ini rasanya terlalu membingungkan. Persimpangan ini rasanya terlalu sulit dipecahkan. Rasanya persimpangan ini terus membuatku takut. Ragu akan apa yang aku pilih.
Setiap persimpangan ini punya akhir masing-masing. Pertanyannya, persimpangan mana yang bisa mengantarku ke tujuan akhir?
Berdiam diri disini tidak akan membuahkan hasil.
Persimpangan ini satu-satunya jalan. Dan pertanyannya masih sama, persimpangan mana yang bisa mengantarku ke tujuan akhir?
Tapi satu yang aku tahu pasti.
Setiap jalan punya persimpangannya masing-masing. Dan pilihanku hanya satu. Persimpangan mana yang akan aku pilih.

Gejolak Di Persimpangan

Oleh: Aulia D Putri
Kelas: X IPA 2

Pikirku melayang jauh
Menerobos dalamnya anganku
Namun lidahku tetap kelu
Seakan tak bisa lagi berkata-kata
Tak peduli dengan suara bising
Yang mengalun menusuk gendang telinga
Walau goyah sudah biasa
Aku tetap terdiam di persimpangan
Ku ingat lagi resolusiku
Mencoba menyelaraskan dengan realita
Dan meninggikan sesuatu yang sekiranya rendah
Mendungnya langit membuatku pucat pasi
Lalu membiaskan yang ada di persimpangan
Pilihan ini membuatku semakin bergejolak
Namun aku memilih berlari melawan angin
Aku tak peduli meskipun harus tertatih
Di persimpangan ini aku memilih
Ikuti kata hati jika ingin tetap berseri

Semua Ada Jawabannya

Oleh    : Fasya Hadiyan Aprilingga
Kelas   : X IPA 4
 
 
“Tak ada salahnya untuk memulai berjalan walau memang itu sulit, daripada kita hanya diam di sebuah persimpangan jalan.”
 
Mungkin banyak sekali manusia di bumi ini yang bingung saat ditunjuk untuk memilih diantara dua pilihan dan mereka hanya diam di tempat dan tak tahu harus berbuat apa? Mereka hanya berdiri di persimpangan kedua pilihan tersebut dan diam terpaku menatap orang-orang yang berjalan menuju pilihan mereka masing-masing. Saya pun pernah merasakannya, berdiri di persimpangan antara dua pilihan yang sulit, yang keduanya memiliki bobot keuntungan dan kerugian masing-masing. Jika saya memilih pilihan pertama apa yang saya akan dapat dan saya pun dapat kehilangan kesempatan besar saya untuk memilih pilihan yang kedua yang menguntungkan dan begitu pun sebaliknya. Sehingga saya hanya berdiri di tengah-tengah kedua pilihan tersebut dan bingung menentukan pilihan yang tepat untuk saya.
 
Memang berdiri di persimpangan antara dua pilihan membuat kita sangat bingung dan tak tahu sama sekali bagaimana menyelesaikan itu semua. Kebingungan, apa yang harus dilakukan agar kita dapat berjalan dan meninggalkan persimpangan itu. Semua ada solusinya, solusi agar kita dapat terlepas dari keterdiaman kita yang hanya berdiri di persimpangan. Sebenarnya hanya ikuti kata hati kalian yang mengarahkan kalian kemana, walupun memang berat menentukannya tapi kalian harus memutuskan agar kalian tak hanya diam di tempat sedangkan yang lain sudah berjalan jauh. Semua itu memang berat, bagaimana kita meninggalkan persimpangan yang membuat kita bingung dan apakah pilihan yang kita putuskan akan berdampak baik bagi kita atau sebaliknya. Walaupun semua itu belum kita ketahui akhirnya, tidak ada salahnya kita untuk mencoba dan mengetahui jawaban itu semua daripada kita hanya berdiri diam di persimpangan.

Hilang

oleh : Prameswari Kusumaningrum
Kelas : X IPA 4



Setahun yang lalu
Tepatnya di persimpangan biru
Kau berjanji padaku
Akan menjadi pelindungku

Tapi yang terjadi
Kau hilang ditelan bumi
Mengabaikan janji
Tanpa sedikitpun peduli

Aku datang ke nisanmu
Meneteskan air mata untukmu
Membawa bunga baru
Mengganti bunga yang dulu

Setahun sudah aku menunggumu
Di persimpangan biru
Sambil berharap kedatanganmu
Meskipun hatiku sudah pilu
Aku masih menunggumu
Di persimpangan biru

It's a Big Deal

oleh : Shelly Ila Amalia
kelas : X IPA 4


Aku butuh pendapat
Aku tak ingin salah
Aku tak ingin menyimpang
Aku butuh keyakinan
Bagaimana caranya?
Aku butuh petunjuk
Tidak hanya seuntai kata
Aku butuh sebuah bukti
Ini adalah keputusan yang besar
Tidak seperti memilih antara nasi atau roti
Mengapa harus ada pilihan di dunia ini?
Apakah kau tidak mengerti sulitnya memilih?
Apakah kau tidak mengerti sulitnya merelakan sesuatu untuk sesuatu?

Sebuah Mimpi di Persimpangan

Oleh   :  Rifa Kurotun Nada
Kelas : X MIIA 5         
 
 
            Mimpi. Satu kata beribu harap. Jika mimpi awal dari sebuah harapan. Pastinya, semua orang akan berbondong untuk merebut mimpinya. Dan, tak akan biarkan satu hal pun merebut mimpinya. Jika mimpi adalah sebuah bunga indah yang harus dipetik. Pastinya, semua orang akan memetik mimpi itu dengan berbagai cara. Karena mimpi adalah satu-satunya bintang yang tak semu. Satu-satunya bintang nyata yang harus diraih oleh pemiliknya.
             
Tapi, bagaimana jika mimpi itu ada di sebuah persimpangan? Disebuah keraguan. Bagaimana jika mimpi itu bukanlah mimpi yang terbaik? Bagaimana jika mimpi itu tak pernah bisa digapai? Bagaimana jika mimpi itu urung kau wujudkan? Pertanyaan tersebut pasti muncul ketika banyak faktor yang membuat kau ragu akan mimpimu.
 
            Jika kau ada disebuah persimpangan untuk menggapai mimpimu yang berada didalam keraguan. Apa yang kau pilih? Terus berjalan, berhenti atau berbalik arah? Terus berjalan entah belok kanan atau kiri artinya kau melupakan keraguanmu dan berani untuk menerima resiko yang akan terjadi. Berhenti dan terus menunggu artinya kau hanya berjalan di tempat sambil menunggu jalan yang Tuhan pilih untukmu. Atau berbalik arah artinya kau mundur dan  memilih mimpi yang lain? Semua tergantung padamu.
 
            Tidak, semua tergantung pada usahamu sebelumnya. Dan, tergantung takdir Tuhan akan masa depanmu. Yakinlah, rencana Tuhan pasti lebih baik dari mimpimu. Karena Tuhan memberikan kau sesuatu yang kau butuhkan bukan yang kau inginkan. Ingatlah, Tuhan tidak pernah tidur.
 
            Persimpangan memang selalu membingungkan. Membuat kau dilema. Membuat kau berpikir keras dari sebelumnya bahkan membuat kau berpikir dua kali. Membuat semua jalan di persimpangan seakan sulit. Semua jalan pasti ada cobaan, entah itu tanjakan ataupun turunan. Tapi, apakah semua jalan di persimpangan itu akan tetap sama hasilnya? Membuat kau sampai pada mimpimu?
 
            Jika benar sekarang kau sedang ada dalam persimpangan. Jangan jalan ditempat! Itu tak akan merubah semuanya menjadi lebih baik. Bahkan menjadi buruk. Kau akan jenuh, lelah bahkan lumpuh dengan hasil yang nihil. Teruslah berjalan entah itu maju belok kanan atau belok kiri atau mundur dan berbalik arah.  Karena, kadang menyerah dan mudur menjadi jalan terbaik untuk dipilih. Asalkan kau sudah berani untuk usaha dan meminta pada-Nya. Siapa tahu jika kau memilih mundur, Tuhan hanya ingin kau berusaha maksimal dan berdoa tapi Tuhan berikan rencana indahnya dibelakangmu. Dan Tuhan ingin kau mundur beberapa langkah. Karena dengan kau mundur beberapa langkah kau akan tahu dimana letak kesalahanmu dan kau punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Jika dipersimpangan kau pilih maju, belok kanan, atau belok kiri. Jangan salah pilih. Selalu dengarkan hatimu, karena hati tak buta dan tak tuli.
             
Selamat menggapai bintangmu. Jauhkan rasa ragu, supaya kau tak pernah ada dipersimpangan.

Pecah

Oleh : Elysa Meilani Faradina,
Kelas : X IPA 1

Pikiran dan hatiku
Buntu tak menentu
Terhenti pada suatu titik 
Dimana ada banyak haluan 
Seperti mimpi didalam mimpi
Tak bisa fokus tak terlihat nyata
Depan belakang kanan dan kiri
Sebuah persimpangan menghalangi
Mengacaukan tekad dan tujuan
Menghasut jalan yang lurus
Membisikan godaan palsu dibalut keindahan
Tebalnya kabut jalanan ini
Membutakan doa ku pada Tuhan
Persimpangan yang kulalui
Bagai lembah api yang harus ditentukan
Untuk kemana kita pergi
Mencapai taman bunga sejuta imajinasi
Persimpangan adalah jalan pilihan
Dimana kita siap dengan bunga api yang ada
Untuk tempat tinggal dan teman kita
Selama mencapai apa yang di anugerahi oleh Tuhan