Minggu, 27 April 2014

Surat Untuk Ibu

Oleh   : Amalia Ramadhani
Kelas : X IPA 7


Ibu..
Kata itulah yang sangat kusukai
Orang yang pertama kali ku sebut saat susah
Kata itulah yang dimiliki wanita hebat

Ibu..
Entah berapa kali aku melawan ucapanmu
Entah berapa kali aku mencurigai kau lebih sayang saudaraku daripada aku
Entah berapa banyak kesalahan yang membuat Ibu kesal dan termangu

Ibu..
Terimakasih kau telah merawatku
Terimakasih telah mengajarkan kebaikan kepadaku
Terimakasih telah sabar membimbingku

Ibu..
Maafkan karena aku sering membuat air matamu mengalir deras
Maafkan karena aku tidak pernah member kebahagiaan yang lebih

Dab Ibu.. maafkan karena aku tidak bisa mengungkapkannya secara langsung

Sabtu, 26 April 2014

Jaya Wanita

Oleh : Fasya Hadiyan Aprilingga
Kelas : X IPA 4
Wanita
Walaupun dipandang lemah
Dan tak bisa melakukan apapun
Tetapi memiliki sesuatu yang hebat dalam dirinya
Wanita
Bisa menaklukan dunia dengan kehebatannya
Hebat membuat sesuatu yang dianggap tak berguna
Menjadi berguna
Saat ini
Kehebatan wanita
Membuatnya tak dianggap lemah
Tak hanya dianggap sebelah mata
Namun dianggap dapat merubah dunia
Banyak wanita hebat di dunia ini
Banyak wanita yang menginspirasi
Menginspirasi wanita-wanita lainnya
Untuk dapat bertindak
Menaklukkan dunia dengan kehebatannya
Jaya wanita Indonesia!
Taklukkan dunia!

Segala Tempat

oleh : Shelly Ila Amalia
kelas : X IPA 4
Tuhan menciptakan pria dan wanita
Tuhan adil
Tuhan membagi semuanya dengan adil
Aku percaya dibalik pria sukses, pasti ada wanita yang hebat
Wanita yang selalu mendukungnya. Wanita yang selalu mengiringinya dengan doa. Wanita yang selalu tegar atau berpura-pura tegar. Wanita yang berbohong demi kebaikan. Yang mencintai apa adanya. Yang kasih sayangnya tanpa batas. Yang rela melakukan apapun untuk melindungi anaknya. Wanita yang selalu memberikan movitasi. Wanita yang tegas bila terjadi kesalahan. Yang membangkitkan ketika jatuh. Yang menjadi sandaran ketika sendu.
Ibuku, maksudku. Ibuku bukan google, tapi ibuku tahu segalanya. Ibuku bukan buku diary, tapi ibuku tempat mencurahkan hati. Aku tahu, aku tidak bisa membalas untuk apa yang dilakukan ibuku. Tapi setidaknya, aku selalu berdoa yang terbaik untuk ibuku. Mungkin doaku tak sedahsyat doamu. Tapi aku ikhlas, sungguh ikhlas berdoa yang terbaik untuk wanita terbaik, ibuku.

Jumat, 25 April 2014

7 types of women

Oleh : Prameswari K
Kelas : X IPA 4


1.Pendiam
Wanita pendiam cenderung pemalu. Tapi tak selamanya dia pendiam biasanya dia akan lebih banyak bicara di social media dibandingkan di kehidupan nyatanya. Dan juga banyak orang yang menyangka bahwa wanita pendiam sangat membosankan untuk diajak berteman, padahal wanita pendiam menyimpan banyak misteri.

2.Easy going
Wanita ini sangat mudah berbaur dengan lingkungan sekitarnya. Kebalikan dari wanita pendiam, wanita easy going mempunyai banyak sekali  teman. Dia tidak pernah kehabisan topic pembicaraan itulah alasannya mengapa dia memiliki banyak teman.

3.Simple
Wanita simple tidak suka dengan hal-hal yang menurutnya membebankan mereka. Dia cenderung memilih apa yang dipilih kebanyakan temannya. Wanita ini hanya akan melakukan hal yang dia sukai saja. Rasa ingin tahu akan suatu hal yang baru sangatlah sedikit.

4.Boss
Wanita jenis ini biasanya suka memimpin. Dia akan kesal apabila ada orang yang menentang pendapatnya. Dia juga keras kepala dan mau menang sendiri.

5.Mellow
Mellow seperti jenisnya, wanita ini terkadang terlalu emotional. Dia akan berlebihan dalam bersikap. Wanita ini terkadang merasa tidak puas dengan kehidupannya yang menurutnya menyedihkan. Dia juga seorang yang moody.

6.Energic
Semangat merupakan senjata dari wanita ini. Dia sangat suka melakukan banyak aktivitas sampai-sampai dia akan sangat merasa bosan jika harus terdiam. Wanita ini cenderung talk-active dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

7.Stylish
Wanita ini akan melakukan apapun yang akan membuat penampilannya bagus. Terkadang untuk berpenampilan saja dia akan membebani dirinya sendiri dan juga membebani orang lain. Dia selalu tidak ketinggalan trend dan dia memiliki percaya diri yang tinggi.

Hiasan Dunia

Oleh :  Elysa meilani faradina 
Kelas : XIPA1


Lembut nan anggun
Namun api dan batu didalam
Senyum manis diwajah
Namun tangisan menggebu di hati
Hiasan dunia
Untukmu, dia bisa menjadi putih dan hitam
Pemanis bak bunga

Atau penghancur bak srigala

Minggu, 20 April 2014

Pendakian

Oleh   : Via Valencia A
Kelas : XI IPA 6

Perjalanan dalam hidup kita dapat diibaratkan sebagai sebuah pendakian. Dalam setiap pendakian, pasti kita akan memulainya dari bawah kan? Sama seperti awal dari kehidupan. Berbekal berbagai peralatan secukupnya yang dibutuhkan, sebuah tekad bulat, dan juga keberanian. Sebuah pendakian tentu tidak bisa dimulai dengan dengan sembarangan. Sangat beresiko. Pendakian tidak dapat dipastikan sebagai sesuatu yang mudah dijalani. Banyak hal yang akan dilewati. Bebatuan besar, pepohonan besar, jalanan yang sulit dilewati. Anggaplah itu seperti sebuah ujian dalam kehidupan. Di puncak, kita menggantungkan harapan dan cita-cita. Dan dalam perjalanan menggapai puncak, tentulah harus melalui proses pendakian. Ujian memang memang penuh dengan ketidakpastian. Kita mungkin jatuh, kita mungkin gagal, namun kita juga mungkin untuk berhasil. Yang perlu ditanamkan adalah kerja keras dan tidak mudah menyerah. Itu adalah sebuah harga yang dibayarkan untuk mencapai puncak. Saat mendaki, kita tidak hanya bertarung dengan hati dan pikiran kita sendiri, melainkan juga dari lingkungan sekitar kita. Kita bisa saja mendapat banyak komentar yang berkata bahwa kita tidak akan pernah bisa mencapai puncak. Yang harus kita lakukan, teruslah mendaki. Itu hanyalah sebuah ujian bagi hati dan pikiran kita. Sampai saat dimana kamu berdiri di atas puncak, rasakanlah dan kamu akan mengerti bagaimana ujian ujian itu sepadan dengan perasaan yang kau rasakan disana. Itulah mendaki. Dan itulah kehidupan kita. Sulit untuk dipahami, sampai kita benar benar mencapai puncak dan melihat semuanya dari atas.

Sabtu, 19 April 2014

mengeluh?

Dari Admin


Aku Kembali membuka Buku kebangganku,
Aku kini akan bercerita ... bercerita tentang apa? ya sekenanya aja...
tanggal 14, 15, 16 April kemarin telah diselenggarakan Ujian Nasional tingkat SMA untuk kelas 12... aku sekarang kelas 11 , seluruh siswa kelas 10 dan 11 disuruh untuk belajar dirumah tapi bagiku itu seperti kata LIBUR ...

Kukira saat libur 3 hari kemarin aku dapat bersantai dan rileks sejenak dengan segala aktivitasku yang melelahkan... tapi ternyata tidak, sepertinya Tuhan tidak memperbolehkan tubuhku untuk beristirahat dan melepaskan beban, disaat libur kemarin ada saja yang membuatku terus bergerak, ya aku tetap diberi ujian  dan masalah oleh Tuhan diwaktu liburku, aku tidak mempermasalahkan seberapa besar beban yang diberikan padaku, tapi aku mengeluh kenapa aku tak bisa bersantai seperti anak-anak luar yang sedang berlibur sekarang? ... tapi aku juga mengerti aku tak berhak memprotes itu semua karena itu adalah kehendak Tuhan yang diberikan padaku dan harusku jalani mau tidak mau aku harus mengikuti itu, aku sebenarnya punya pilihan untuk meninggalkan beban yang dan masalahku tapi itu justru akan membuatku semakin susah karena beban-beban itu pasti akan bertumpuk dan itu akan membuatku semakin repot, dan jika aku tidak menyelesaikan beban itu pasti ada resiko setelah itu, ini mungkin yang dinamakan Hukum Alam.

Ujian diberikan Tuhan memang merepotkan kita dan menyusahkan kita, Lahir dan Batin kita pasti diuji dan seluruh anggota tubuh kita pasti berkerja dengan maksimal... , tapi itu yang sebenarnya makna hidup, Ujian dan Beban bukan untuk di jauhi , tapi ujian dan beban adalah hal yang harus kita lewati , dan setelah kita berhasil melewatinya maka kita akan berkembang dan mendapatkan Hal yang manis setelah itu , aku selalu ingat kalimat ini :

"Sesungguhnya Setelah Kesulitan pasti ada Kemudahan"

1 kalimat penuh makna, itu yang membuat kalimat tadi tampak istimewa menurutku... aku juga yakin dengan kalimat :

"Tuhan hanya memberikan Ujian sesuai dengan kemampuan hambanya"

kalimat tadi juga sangat istimewa menurutku, karena aku pikir-pikir semakin besar yang diberikan kepada kita maka semakin besar pula kemampuan kita dimata tuhan dan artinya kita dianggap oleh Tuhan adalah orang yang mampu menyelesaikan ujian besar, bukan kah hebat dipandang besar dimata Tuhan?

Oleh karena itu aku hanya mengeluh setelah itu menyelesaikan ujian yang diberikan oleh tuhan kepadaku walaupun tidak dengan cepat, toh aku yakin Tuhan itu maha sabar dan maha mengerti kemampuan kita , tapi aku juga tak mau mengulur-ngulur Ujian yang diberikan oleh Tuhan...