Sabtu, 15 Maret 2014

Cara Pemostingan Tulisan #smandacivil

Hallo #smandacivil....

Mohon diperhatikan prosedur mengirim post ke blog ini yaaa

1. Kirimkan tulisan kalian ke penulismanda@gmail.com dengan format :
SUBJEK: PENULIS SMANDA_[TEMA]

[Judul]
Oleh: [Nama Lengkap Penulis],
[Kelas/Angkatan] 

[Isi Tulisan]

Semuanya agar mengikuti format itu, agar rapi dan seragam format satu tulisan dengan yang lain. Ingat ya, tulisan disematkan dalam body email, BUKAN DI-ATTACH :)

2. Pastikan tanda baca dan tata bahasa. Gak ada salahnya kan untuk recheck tulisan kalian sebelum dikirim ke meja redaksi? Hehe. Gak lucu donk kalau tulisan gak bisa dibaca gara-gara tanda baca dan tata bahasa yang amburadul dan bikin gak nyaman mata pembaca :) 

3. Rajin-rajinlah bertandang ke tulisan teman-teman #smandacivil yang sudah naik blog ya. Jangan lupa mengapresiasi tulisan mereka. Cek juga tulisan kamu, siapa tahu sudah ada feedback dari #smandacivil. Setiap apresiasi dari #smandacivil akan membantu para penulis untuk menciptakan kreasi yang lebih baik, lho! Oh ya, untuk memberi komentar gak perlu punya akun kok. Berkomentar dengan Anonim juga bisa, tapi tetap sertakan nama dalam komentarmu ya.

4. Waktu mengirimkan karya-karya #smandacivil yaitu mulai dari dimulainya tema dikeluarkan s.d Hari Sabtu pukul 16.00 WIB, jadi jangan sampai telat ya ngirimin karyanya

Nah, sangat mudah kan? Cukup menuangkan ide menjadi sebuah tulisan, lalu kirim ke meja redaksi. Dan, voila! karya kalian akan dipajang di blog ini. Selain bisa dijadikan kegiatan senang-senang sambil mengisi waktu senggang dan menyalurkan bakat, tentunya tulisan kalian di blog ini akan dibaca oleh ribuan orang. Kapan lagi bisa eksis? :D 

Selamat berkarya. 
VIVA SMANDA! 




Welcome Again ...

Selamat datang, #smandacivil! Mungkin banyak dari kalian yang belum
tahu tentang penulismanda.blogspot.com. Blog ini dibuat beberapa tahun
yang lalu oleh Mas-Mba kami dengan tujuan menjadi wadah karya tulisan
seluruh
#smandacivil. Bukan hanya pengurus atau anggota ekskul
jurnalistik tetapi seluruh warga smanda dapat mengirimkan karyanya
sehingga dapat dinikmati juga oleh teman-teman. Memang
penulismanda.blogspot.com sempat vakum dalam waktu yang lumayan lama,
namun kini kami
kembali mengaktifkannya. Teman-teman
bisa membaca tulisan-tulisan dari Mas dan Mba beberapa tahun yang lalu
disini, tulisan-tulisan dari penulis smanda yang mungkin akan
memotivasi teman-teman untuk aktif menyumbangkan karyanya disini.

Kami menunggu karya dari teman-teman, jangan takut untuk menulis,
jangan takut untuk berkarya. Selamat
berkarya #smandacivil...


VIVA SMANDA!

Minggu, 17 Juli 2011

Tema 17 Juli 2011

Dear #smandacivil. Gimana weekendnya? Sudah dapat inspirasi #penulismanda kan? Admin mau mengumumkan tema baru niiihhhhh *kedip-kedip* 


Selain kelas baru, apalagi yang baru saat kenaikan kelas? Ada yang bisa nebak gak nih? Teman sebangku baru?  Buku baru? Seragam baru? Sepatu baru?


Yup banyak yang baru ya hehehe.  Jadi tema nya adalah..... "KURSI". Gimana punya banyak kenangan bersama kursi yang kalian duduki dan kalian tinggalkan ketika kenaikan kelas? :D

So.. ditunggu yah tulisan kreatif #penulismanda dengan tema KURSI. Duh, jadi gak sabar nih buat baca karyanya :)


Ada #smandacivil yg tanya kapan deadline #penulismanda. wah, ada yg nyolong start nih! #smandacivil laennya jgn mau kalah.. buruan nulis! :)


Deadline #penulismanda akan diumumkan sehari sebelumnya, alias H-1. Ayok kemon! Segera kirim tulisan kalian. Space terbatas loh! ;)

Yang Tak Terlupakan dari Kelasku

Shafira Marliana

Kelas yang bisa dibilang cukup strategis, dekat masjid, dekat lapangan, dekat juga dengan pengawasan guru dan kelas-kelas yang berada di sekitarnya. Tidak pernah terlintas di benak saya berada di kelas ini, x-1. Kami memulai dalam kelas ini sejak matrikulasi, dan OLS sebagai langkah awal membangun kebersamaan. Saat itu Rangga sebagai Palu, dan Venny sebagai Bulu x-1. Mungkin kelasku ini sudah di kenal sejak OLS, tidaak lain karena kami selalu kompak dalam kesalahan dan selama 3 hari OLS kami rajin di Push Up. Berbeda dengan kelas lain yang saling beradu argumen, karena saat itu kami belum begitu mengerti artinya kebersamaan.
Setelah berjalan beberapa bulan, mulai bermunculan berbagai macam teguran, pelanggaran, dan kesalahan yang dibuat oleh kami. Entah itu disengaja maupun tidak, yang pasti karena hal-hal itu x-1 dikenal jelek oleh sebagian warga Smanda. Tapi, karena sebutan itu juga kami menjadi sadar bahwa kami harus bisa menjadi siswa yang lebih baik dan menjadi kelas yang terbaik. Suka duka yang kami alami di kelas x-1 cukup banyak, perbedaan karakter siswa dalam kelas kami juga menjadi sebuah pelajaran yang harus bisa kami terima untuk membangun sebuah kebersamaan dalam kelas.

Ternyata setelah hampir 1 tahun kami bersama dalam kelas ini, kami banyak belajar hal-hal baru. Walaupun kami masih sering berulah dan masih banyak lagi pelanggaran yang tak terhitung jumlahnya, akhirnya kami berhasil membentuk rasa solidaritas dan kebersamaan dalam kelas. Tentunya dalam hal-hal yang positif, yaa..
Saat PTKS, ada saja yang malu-maluin dari kami sewaktu membawakan yelyel yaitu joged sule ala x-1. Tapi kami berusaha untuk kompak dalam PTKS kemarin, meski akhirnya kami tetap salah karena beda warna pita dalam 1 angkatan. Hiks hiks...
Pengalaman yang belum pernah kami dapatkan di kelas sebelumnya, itulah x-1 angkatan 2010-2011. Semoga setelah PTKS, kami bisa menjadi siswa yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. amiin :)

Sabtu, 16 Juli 2011

X5

Oleh: Resha R
@reshacr

Sudah satu tahun Mici belajar di kelas X5. Dia mendapatkan kelas di XI IPA 4 mendapatkan teman-teman yang mungkin menurut dia tidak baru lagi tetapi dia tidak begitu mengenal mereka. Mici baru saja pulang berlibur dan keesokan harinya dia langsung berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali untuk melihat kegiatan ols dan berkumpul jurnal. Sayangnya, sesampainya di sekolah ternyata dia salah jadwal, kumpul jurnal itu jam 9 bukan jam 8. Kecewa? Iya pasti. Akhirnya dia duduk di sofa sebelah ruang wakil kepala sekolah, menunggu sesuatu yang tidak pasti. Tiba-tiba terlintas di benak Mici saat melihat mantan wali kelasnya melewatinya, X5.
      Mici mengingat kenangan X5. Saat pertama kali masuk X5, dimana anak-anaknya masih malu-malu untuk berkenalan, masih bergabung dengan teman-teman satu sekolahnya dulu. Tetapi bukan itu saja yang mengingatkan Mici, tapi saat Mici dan mereka foto kelas bersama wali kelas,saat mereka buka puasa bersama dengan memesan dari restoran teman sekelas, saat mereka menggalau bersama, dan masih banyak hal lagi yang sangat menyenangkan.
      “Ayo sekarang ambil makanan dan minuman kalian!” tiba-tiba suara salah satu panitia terdengar dari pengeras suara, membuat Mici mengingat kembali kegiatan PTKS yang sejenis dengan OLS. Bukan kegiatannya saja yang membuat Mici tertawa sendiri saat mengingatnya tapi saat mencari perlengkapan PTKS yang harus sama dengan 1 angkatan. Mici dan teman-temannya bekerja keras sampai malam hari untuk mempersiapkannya, tapi tetap saja masih ada yang salah. Selama 2 hari menjalankan kegiatan PTKS, kelas Mici pasti di panggil. Setelah kegiatan tersebut, Mici dan teman-temannya lebih sering di kelas, mereka berbincang-bincang tentang kelas mereka yang penuh dengan kenangan membuat Mici sedih.
      Hari pembagian rapot pun  datang. Alhamdulillahnya Mici dan teman-teman mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Setelah pembagian rapot itu, anak-anak X5 berfoto bersama dengan wali kelas mereka, dan mereka satu kelas pun menyanyikan lagu yang dijadikan yel-yel untuk kelas mereka.
      Kita sepuluh lima
      Ikut PTKS
      Hari ini hari yang terakhir
      Kita harus s’mangat
      Dan pantang menyerah
      Tolong panitia jangan marah
      Astagfirullahalazim
      Ingat kita, ingat kita
      Ingat kita sepuluh lima
      Ingat kita, kita lagi PTKS
      Berapakali di push up
      Berapakali di bentak
      Tapi kita semua masih tetap smangat
      Tetap ucap Alhamdulillah ya Allah
      Tetap ucap Alhamdulillah ya Allah
      (dengan irama dari lagu Wali – Tobat)
      lalu mereka berteriak “X5!!!GALAU BANGET!!!hahahahahaha”
      Ya itulah kenangan yang membuat Mici menitikan air mata lalu diapun tersadar dari lamunannya.

Kelas Ujung Lorong

oleh Intan Widya Anugrah

Kelas ujung lorong, ya itulah kelas kami ketika kami masih duduk di kelas X. Tempat yang jarang orang lewati kecuali mereka memiliki kepentingan dengan kami. X.7 nama kelasnya, di sebelah kelasku, terdapat satu kelas yang harus kami lewati setiap kali kami ingin keluar dari lingkungan kelas. Maklum kelas kami di ujung lorong atas gedung sekolah kami SMAN 2 Cirebon. Sederhana, tapi nyaman untuk kami, kami seperti memiliki wilayah kami sendiri, tidak perlu berpikir akan menggangu kelas lain yang akan melewati kelas kami.
Kelas ujung lorong mungkin sangat disesalkan untuk kami ketika kami mengikuti berbagai kegiatan di Smanda, yang mewajibkan kecapatan, dan kedisiplinan. Kami sulit untuk sampai tiba tepat waktu karena kami harus melewati anak tangga yang cukup banyak. Tapi kami tetap cinta kelas kami.
Kelas ujung lorong, selalu mendapatkan angin yang segar. Kami hanya tinggal keluar kelas dan menikmatinya kapanpun kami mau, kecuali ketika jam pelajaran. Sulit untuk di menikamti kelas kami ini, kecuali dalam masalah tertinggal informasi.
Kelas ujung lorong. Tempat dimana temanku setiap pagi menanti para mas-mas yang datang. Kami hanya bisa tertawa.
Kelas ujung lorong, hati kami masih di sana, walau kami harus mencintai kelas yang baru.

Ini Bukan Hanya Kelas, Ini Kelas Kami

Desy Istiyanti.N.S
@desydesy


Pertama kali memasuki ruangan pojok yang sangat dekat dengan gerbang membuatku ragu, hanya itu yang berputar-putar di isi kepalaku. Tersontak dengan wajah-wajah yang masih asing bagiku, awalnya aku hanya dekat dengan Ayunda. Maklum, kami dari SMP yang sama dan kami duduk sebangku pula sejak SMP kelas 9. Melihat sekeliling, hanya beberapa sosok yang ku kenal.
Waktu terus berjalan hingga kami merasakan eratnya pertemanan dalam kelas ini. Suatu ruangan yang terbilang cukup besar untuk 30 orang. Tanpa pendingin ruangan dan naasnya lagi jendela besar yang biasanya membuat rasa kantuk datang itu diubah menjadi celah-celah kecil di dekat dinding atas sana. Tanpa itu semua kami tetap bisa hidup (maaf lebay) seperti lingkaran yang berputar sebagaimana porosnya, itupun terjadi pada waktu yang menunjukkan kebersamaan singkat selama kurang lebih 1 tahun ini.
Kini, ketika kami sudah sangat dekat kami harus dipisahkan untuk kebaikan kami pula. Setiap individu pasti memiliki cita-cita dan setiap dari kami tentunya mempunyai berbagai cara untuk mendapatkan cita-cita tersebut terjadi dimasa datang.
Kata "banyak" sepertinya kurang untuk menyebutkan begitu banyaknya cerita dalam kelas kami ini. Dimulai dari kisah bingungnya setiap orang karena belum banyak yang dikenal, kisah perkenalan yang menjadikan ciri khas seseorang, kisah persahabatan yang mempunyai banyak filosofi tersendiri, hingga kisah cinta yang membuat hati melayang jauh ke angan telah terjadi di kelas kami ini.
Jadi, ini bukan hanya kelas, tapi ini adalah kelas kami. Kelas dimana kita bersama, menjalani berbagai rintangan dan kebahagiaan yang datang silih berganti.