Minggu, 25 Mei 2014

Act and React

Oleh : Ditya Puteri Pangestu
Kelas: X MIIA 9

Semua orang tahu kalau manusia ga bisa hidup sendiri. Dan kamu pun sebenarnya tahu, kamu ga bisa hidup sendiri. Butuh komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Tapi terkadang, ga semua hal bisa kita ucapkan. Ga semua hal bisa kita uraikan lewat kata-kata. Dan saat itu terjadi, yang kamu bisa lakuin cuman diam, atau menunggu...

Kalau diam, hal yang dipendam itu, ga akan pernah ada yang tahu. Tapi kalau kamu memilih untuk menunggu... itu artinya kamu mengambil tindakan. 

Dan peka, adalah kunci utamanya. Peka itu penting dalam komunikasi. Peka itu mengerti. Peka itu sadar. Dan dengan peka juga, semuanya bisa terlihat, bisa terungkap.

It's about how you act, and how to react. Gimana caranya kamu bertindak... atau pada saatnya kamu juga harus menanggapi tindakan orang lain. Gimana caranya kamu bisa menyampaikan apa yang kamu rasain, atau ikut merasakan apa yang orang lain rasakan.

Dan sekali lagi, kunci utamanya peka. 

Karena peka bisa menjadi mata saat semua tertutup rapat.

Sabtu, 24 Mei 2014

sekeliling

Dari Admin Penulismanda



Aku hari ini ingin berbagi cerita dengan kalian , aku ingin bercerita tentang bagian dari hidupku di masa lalu dan sekarang…
Dulu bisa dibilang aku orang yang acuh tak acuh, aku tidak mempedulikan sekelilingku, agak egois memang tapi aku masih punya hati nurani, dulu aku sama sekali berpikir untuk diriku sendiri, mengerjakan soal-soal latian untuk diri sendir saja, aku bahkan melupakan dunia yang sebenarnya sangat luas…

Ya itu semua sifatku yang dulu *mungkin* , tapi setelah ada sebuah kata-kata yang melayang masuk ketelingaku aku seperti berubah

“Kalian Semua EGOIS, ga ada kompak-kompaknya, Kalian semua sama sekali ga SOLID”

Suara-suara itu bisa kudengar dari segala penjuru lapangan saat aku OLS, entah kenapa dari situ aku merasa tubuhku harus bergerak untuk melakukan sesuatu , dari situlah aku mulai belajar untuk lebih memperhatikan sekelilingku, lebih kompak dengan teman-temanku dan berpikir untuk semuanya .

“Ingat Jadi …. Harus PEKA, terutama PEKA akan Kesalahan”

Ucapan itu juga yang membuatku kembali berkembang untuk kembali memperhatikan sekelilingku dan keadaan yang ada, memang semua orang memiliki kesalahan, tapi dengan peka Akan Kesalahan kita , kita bisa menjadi orang yang lebih baikkan? Terutama untuk menjaga hubungan dengan teman-teman kita.  

Just Say

oleh : Shelly Ila Amalia
kelas : X IPA 4
Kamu harus mengerti isyaratku
Aku tak ingin berbicara
Walaupun hanya sebatas 'A' padamu
Mengapa aku diam?
Apa kamu tahu?
Cari tahulah sebisamu
Tanpa ucapan dariku
Tapi, mengapa kamu masih saja diam membeku?
Tidakkah kau ingin melakukan sesuatu?
Pekalah

DO NOT FEEL, JUST DO

Oleh: Elysa Meilani Faradina,
Kelas : X IPA 1

Banyak orang berkata
Peka adalah ketika kita bisa mengerti perasaan orang lain
Ketika kita tahu seperti apa rasanya mereka sekarang
Gunakan topeng dan siap beraksi
Terkadang ketika kita tak mengerti
Hanya berbohong dan acting pun sudah cukup
Yang penting terlihat manis dan peduli
Namun apa gunanya mengerti? Apa itu membantu?
Kepekaan itu
Bukan saja berkata "ya aku pun mengerti"
Atau pun membujuk "bersabarlah"
Bahkan ikut menangis dan berbisik "mungkin ini sudah takdir Tuhan"
Bangun dan sadarlah!
Kepekaan itu
Ketika kita bisa mengubah hidup orang lain menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya, ya sedikit
Karena sekecil apapun yang kita lakukan, itu dapat mengubah takdir dan jalan hidup orang lain
Karena faktanya adalah
Orang orang terlalu sibuk untuk hal hal yang besar, Untuk memperbaiki dunia
Bukan untuk memperbaiki hal yang terkecil terlebih dahulu, yaitu memperbaiki diri sendiri

Kamis, 22 Mei 2014

Tema 24 Mei 2014

Dear #smandacivil ... gmn nih kabarnya smandacivil? masih setia kan bertandang ke blog penulismanda? mulai sekarang ayoo dong buat smandacivil yang belum pernah ngirimin tulisannya mulai kedepan bisa ngirimin tulisannya ...

Dear #smandacivil, udah pada tau kan kalau smanda tanggal 22 Mei ikut Lomba sekolah Sehat Tingkat Nasional? kalian pasti bangga dong kalau smanda bisa menang? Nah ayo sama-sama menjaga lingkungan smanda supaya bersih dan sehat, apakah kalian sudah sehat?

Sebenernya apasih yang ada didalam benar kalian arti kata bersih dan sehat? kalau mimin sih ya pokoknya yang tidak memiliki banyak virus didalamanya hehehe , kalau #smandacivil yang lain gimana?

Nah Buat Tema 24 mei nanti menyangkut juga loh tentang sekolah sehat, tapi temanya apa apa? kira-kira #smandacivil bisa tau engga? okelah admin kasih petunjuknya , temanya nanti menyangkut Kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar , Jadi udah dapat jawabannya?
Apa ya?

Lingkungan?
Sekitar?
Kesehatan?
Bersih?
Peka?

Ya! tema buat tangga 24 Mei adalah "PEKA" , seberepa peka kita sih kita terhadap sesuatu?

Untuk Deadline seperti biasa Hari Sabtu tanggal 24 Mei pukul 17.00 WIB, dan diposting pada malamnya pukul 19.00 WIB , ditunggu karya tulisannya #smandacivil ... Keep Writing...

VIVA SMANDA! 

Sabtu, 17 Mei 2014

Berjalan Maju

Nama : Via Valencia A
Kelas : XI IPA 6

Aku berjalan, lalu diam. Sebuah persimpangan di hadapanku. Aku tidak mengerti betapa mudahnya bagi orang lain untuk berjalan melewati persimpangan. Tidak tahu sebenarnya, apakah mereka merasa ragu atau tidak, namun kulihat betapa santainya mereka berjalan di jalan yang mereka pilih. Sedangkan aku begitu gundah untuk memilih. Terlalu banyak pikiran yang merajalela. Takut jika aku tidak menyukai jalan yang aku pilih. Takut apabila aku memilih jalan yang buntu. Takut untuk terjatuh dijalan. Terlalu takut untuk menemui kesalahan dan penyesalan. Di sisi lain pemikiranku, aku tidak mau menjadi si 'manusia di persimpangan'. Yang lebih memilih untuk berjalan mundur dibandingkan memilih di persimpangan. Walaupun sebenarnya ia tahu bahwa itu sulit. Karna berjalan kebelakang, itu artinya kau berjalan mundur, kau tidak tahu apa yang akan kau lewati atau temui. Kau bisa terjatuh kapan saja tanpa kau bisa sadari sebelumnya. Dan memungkingkan kau untuk jatuh di tempat yang sama kembali.
Dari segala hal yang melintas dipikiranku ini, aku mulai menemukan titik temu. Mungkin selama ini yang aku butuhkan hanyalah seseorang yang menggenggam erat tanganku, mengajak ku berlari melewati persimpangan. Dia yang aku butuhkan adalah keberanian. Hanya dia yang mampu melawan segala takut. Ya, mungkin aku akan terjatuh di jalan yang aku pilih. Tapi setidaknya aku lebih baik dibandingkan mencari aman saja untuk mematung di antara persimpangan. Semua pilihan memiliki resiko. Tidak selamanya berjalan sesuai harapan kita yang sempurna. Namun di bandingkan semua itu, ada hal lain yang bernama pelajaran berharga yang tidak akan kau pernah temukan jika kau memilih untuk membatu di antara persimpangan ataupun menjadi si 'manusia di persimpangan' yang berjalan mundur. Jangan pernah lupakan bahwa sesuatu yang dianggap buruk bernama kesalahan adalah pelajaran yang berharga. Ia akan membantumu untuk tidak terjebak di lubang yang sama.

JALAN HIDUP



OLEH  : AMALIA RAMADHANI
KELAS: X IPA 7


Semua susah ditebak. Apalagi masalah hidup. Memang terencana, tetapi bisa saja rencana itu terhenti dikarenakan adanya batu atau kerikil yang bisa bikin kita jatuh. Jalan hidup memang sulit untuk dilewati. Tetapi kita diharuskan untuk melewatinya. Entah itu senang atau susah. Salah pilih jalan, malah kesasar. Mending kesasarnya di jalanan biasa. Kita masih bisa pakai GoogleMaps. Kalau kesasarnya di jalan hidup gimana coba? Nggak ada GoogleMaps-nya.

Jalan hidup itu jalan yang harus kita lewatin semasa hidup. Jangan salah memilih jalan. Jangan cuma cari jalan yang lurus plus mulus doang. Bisa saja, jalan yang seperti itu malah jalan buntu. Walaupun kita pilih jalan yang berbelok tajam dan agak tidak mulus, kita bisa melalui jalan itu dengan sabar dan berhati-hati.

Pasti ada saja persimpangan yang kita lewatin. Bukan hanya simpang tigo #ehitunamawarungya tapi ada banyak simpangan yang menanti kita. Kita hanya diperbolehkan melewati satu jalan dari setiap simpangan. Kalau salah pilih, kita harus balik lagi ke awal dan menemukan mana  jalan yang baik bagi kehidupan kita. Kadang, kita juga suka bingung ketika berada di sebuah persimpangan. Kita takut untuk memilih jalan mana yang harus dilewati. Setiap persimpangan memiliki jalan yang kita tuju. Kalau sudah begitu, pasti lancar deh perjalanannya.  Jadi, persimpangan itu harus dilewati bukan ditakuti.