Dear #smandacivil ... gmn nih kabarnya smandacivil? masih setia kan
bertandang ke blog penulismanda? mulai sekarang ayoo dong buat
smandacivil yang belum pernah ngirimin tulisannya mulai kedepan bisa
ngirimin tulisannya ...
Ngomong-ngomong buat Tema tanggal 17 Mei nanti apa ya? ...
Dear #smandacivil , berapa kali sih kalian dihadapkan dengan pililhan-pilihan yang sangat rumit? berapa kali kalian mengambil keputusan yang salah atau benar? dan pastinya ketika kalian diposisi itu kalian melewati sebuah persimpangan.. persimpangan jalan? bukan... maksudnya adalah persimpangan pilihan dimana kalian harus berpikir dengan matang akan pilihan kalian agar tak menyesal setelahnya...
Lalu apa hubungannya hal yang diatas dengan tema blog? ya tentu saja ada, tema untuk tanggal 17 nanti berasal dari hal diatas... apa itu?
Masalah?
Pilihan?
Jalan?
Persimpangan?
Ya... yang terakhir yang benar, tema buat tanggal 17 Mei nanti adalah Persimpangan, banyak hal yang terjadi di persimpangan, bukan hanya persimpangan jalan tapi persimpangan masalah, persimpangan pilihan juga ada, persimpangan yang membuatmu harus berpikir dua kali, persimpangan yang membuatmu menemukan yang terbaik, dan persimpangan yang menjadi titik balikmu... tema agak susah ya? tapi admin percaya #smandacivil pasti bisa menulis apapun temanya, berimajinasilah~
Untuk Deadline seperti biasa Hari Sabtu tanggal 10 Mei pukul 17.00 WIB,
dan diposting pada malamnya pukul 19.00 WIB , ditunggu karya tulisannya
#smandacivil ... Keep Writing...
VIVA SMANDA!
Minggu, 11 Mei 2014
Sabtu, 10 Mei 2014
Sebuah Seragam Cokelat Pudar
Nama : Prameswari K
Kelas : X IPA 4
Pekerjaan Rohmah sebagai guru memang cukup melelahkan. Berangkat dari jam 06.15 pagi dan pulang jam 16.00 setiap harinya sudah merupakan rutinitas sehari-harinya. Dengan menggunakan baju seragam berwarna cokelat pudar dan sepasang sepatu tanpa hak warna hitam pekat, Rohmah mengajar murid-muridnya dari kelas ke kelas lainnya.
Kelas : X IPA 4
Pekerjaan Rohmah sebagai guru memang cukup melelahkan. Berangkat dari jam 06.15 pagi dan pulang jam 16.00 setiap harinya sudah merupakan rutinitas sehari-harinya. Dengan menggunakan baju seragam berwarna cokelat pudar dan sepasang sepatu tanpa hak warna hitam pekat, Rohmah mengajar murid-muridnya dari kelas ke kelas lainnya.
Pada awalnya memang tidak ada niatan baginya untuk memilih pekerjaan yang sekarang dijalaninya itu. Bahkan kalau bisa memilih lagi Rohmah tidak akan memilih pekerjaan yang kadang dianggap remeh oleh sebagian orang ini.
Mengajar sangatlah tidak mudah seperti apa yang dikatakan banyak orang. Apalagi harus berhadapan dengan sejumlah orang yang memiliki tingkat daya pemikiran yang berbeda-beda membuat Rohmah selalu bersabar.
Suatu hari, Rohmah mendapat tawaran untuk mengajar di sebuah kampus di kotanya. Sudah lama sekali Rohmah memimpi-mimpikan kesempatan besar ini. Setidaknya dia tidak akan dianggap remeh oleh orang banyak lagi setelah menjadi seorang Dosen. Namun ada satu yang membuatnya agak berat melepas pekerjaannya sebagai Guru, yaitu siswa-siswanya.
Rohmah sudah mengganggap semua siswa-siswanya sebagai anak sendiri, mungkin efek dari pekerjaannya yang setiap 6 hari sekali bertemu dengan siswa-siswanya sudah terasa seperti keluarga.
Rohmah juga sebenarnya merahasiakan hal ini dari semua orang. Setelah didorong oleh motivasi dari Ibunya, Rohmah pun akhirnya bulat mengambil kesempatan pekerjaan barunya itu.
Setelah memberikan surat pengunduran dirinya kepada Kepala Sekolah tempatnya mengajar, Rohmah pun pergi meninggalkan sekolah yang sudah menjadi tempat tinggal keduanya sampai sekrang.
Alangkah terkejutnya Rohmah begitu melihat sebuah spanduk terjuntai di depan gerbang pintu keluar. Tidak hanya itu sejumlah siswa menunggunya dan menyambutnya dengan air mata perpisahan.
Seragam cokelat pudar yang selalu dipakainya itu kini disimpan rapi didalam sebuah kotak kenangan dan berjuta kenangan lainnya yang yang dihabiskannya 15 tahun lebih sebagai guru yang kini tinggallah kenangan.
The Best Teacher in The World
oleh : Shelly Ila Amalia
kelas : X IPA 4
Pahlawan tanpa tanda jelas, pastilah guru. Guruku adalah Ayahku. Ayahku memang bukan guru, tapi bagiku ayahku adalah guruku. Ayahku bercerita, ketika ibuku ingin melahirkanku, ayahku sedang ada tamu urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Tetapi ayahku tetap meninggalkan pekerjaan tersebut, lalu menemani ibuku melahirkanku. Tetapi hanya sebentar, setelah aku lahir, ayahku mengadzaniku lalu pergi bertemu tamu tersebut lagi. Ya ampun, ketika baru saja lahir, aku sudah merasakan pengorbanan ayahku. Sejak kecil, aku diajarkan banyak hal oleh ayahku. Ketika masih kecil, kalau aku sakit perut, ayahku memijat-mijat perutku layaknya seorang ahli pijat (yang sekarang aku tahu beliau tidak tahu menahu tentang pijat-memijat). Kalau gigiku sakit, ayahku memeriksa seluruh gigiku (yang juga sekarang aku tahu beliau tidak tahu menahu tentang urusan gigi). Kalau aku ingin sesuatu, ayahku layaknya seorang pesulap yang langsung mengabulkan permintaanku (yang jelas sekarang aku tahu beliau bukan ahli sulap).
Aku mulai beranjak dewasa. Aku juga mulai tahu, hidup tak sehalus bulu domba. Aku melihat, bagaimana cara ayahku memberikan contoh kepadaku bagaimana caranya mengatasi masalah. Ayahku juga pasti punya cobaan tersendiri. Tapi beliau seperti tidak mau&tidak pernah menunjukannya kepadaku. Aku kagum. Bagaimana beliau bertindak seperti tidak ada apa-apa, padahal aku tahu ada apa-apa? Ibuku pernah bilang, yang ada dipikiran beliau itu "bagaimana caranya membuat anak-anakku senang". Dan aku mohon, jangan tanyakan kepadaku sudah seberapa sering ayahku berkorban untukku. Jelas aku tidak tahu karena tidak bisa dihitung, jelas aku tidak mampu menghitungnya karena terlalu banyak. Aku juga melihat bagaimana cara beliau mengerjakan semua tugas-tugas hidupnya. Ayahku benar-benar seorang pencontoh yang baik yang layak. Menurutku, guru terbaik di dunia dan menandingi semuanya adalah ayahku. My lovely daddy. Berjuta-juta terima kasih untukmu ayahku.
"Love your parents. We are so busy growing up, we often forget they are also growing old." -Unknown
Pahlawan Tanpa Lelah
Oleh : Fasya Hadiyan Aprilingga
Kelas : X IPA 4
Bagai lilin di malam gelap
Bagai matahari yang selalu menyinari bumi
Bagai selimut didinginnya malam
Guru
Memberikan seluruh ilmunya
Memberikan seluruh tenaganya
Untuk kita
Guru
Tak pernah lelah
Tak pernah mengeluh
Selalu semangat
Mengajar kita
Guru
Seperti buku panduan kita
Selalu memberi tahu apa yang mereka pahami
Selalu mengajari apa yang kita tak tahu
Memberikan pengetahuan baru bagi kita
Guru
Pahlawan tanpa tanda jasa
Pahlawan tanpa lelah
Pahlawan yang akan selalu kita ingat
Pahlawan bagi kita semua
Segalanya
Oleh : Ditya Puteri
Kelas : X MIIA 9
Bel tanda istirahat berbunyi.
Tidak seperti biasanya, teman-teman kelasku hampir menghabiskan waktu istirahat
untuk mengerjakan tugas dari Ibu Siti. Ya, Ibu Siti adalah guru bahasa
Indonesia yang tegas, dan kebanyakan teman-temanku bilang "galak, jangan
berani ngebantah." Oke, catatan tambahan untukku.
Tadi pagi Ibu Siti langsung
memberikan tugas yang harus dikumpulkan setelah bel istirahat berbunyi. Karena
hari ini bertepatan dengan hari guru, Ibu Siti meminta anak-anak untuk
menuliskan satu kata yang menjelaskan tentang guru menurut pemikiran kami
sendiri. Aku berpikir keras, untuk menulis sebuah essay mungkin gampang. Tapi
dijelaskan dengan satu kata? Aku berpikir keras mencari kosa kata yang tepat
untuk "guru".
"Aku ga tau harus nulis apa,
bingung ga sih, May?" tanya Bila yang duduk disebelahku. Aku menoleh
kepadanya dan melihat raut mukanya yang jengkel dan bingung. "Aku
juga." jawabku singkat. "Lagian ngapain juga coba, apa tulis pinter
aja ya? Semua guru pastinya pinter, iya kan? Iya ga? May jawab napa."
"He'eh." aku mengangguk tanpa memikirkan kata-katanya.
Pintar ya...
Kalau pintar, aku rasa Ravi, anak
terpintar di kelasku, juga bisa didefinisikan dengan pintar. Aku rasa guru
lebih dari itu. Sesuatu yang lebih... mengajarkan sesuatu, apapun itu.
Tiba-tiba suara bruk terdengar diseluruh kelas. Semua
anak menoleh ke arah Siska yang tidak sengaja menjatuhkan handphonenya. "Aduh maaf, terlalu asik sm hp jd ga liat di
depan ada meja. Sorry." ujar
Siska. Anak-anak yang tadi sedang serius langsung menyoraki Siska. Oke, catatan tambahan untukku, jangan
keasikan main hp kalau gamau disorakkin anak sekelas.
Aku terenyak, aku baru saja
menambahkan catatan tambahan untuk diriku sendiri dari peristiwa tadi. Aku baru
saja menambahkan pelajaran untukku. Aku berpikir, peristiwa tadi mengajarkanku
sesuatu.
Dan bukan peristiwa itu saja,
semua hal yang pernah aku lalui telah memberikanku pelajaran, memberiku ilmu.
Semakin bertambahnya hal-hal baru yang aku alami, memberiku pelajaran baru.
Ya... aku rasa kuncinya ada di segala hal yang telah aku lalui. Maksudku,
belajar dan menerima ilmu dari guru di sekolah juga sebuah peristiwa yang aku
alami kan?
Sekarang segalanya menjadi jelas.
Aku tidak perlu belajar dari orang-orang saja, tapi justru dari setiap hal yang
aku alami selama ini. Segala hal kecil sampai terbesar sekalipun. Segalanya...
Bel tanda masuk berbunyi. Semua
anak mulai menggerutu keras. "Oke, fix
aku nulis pinter! Kamu udah selsai May?" tanya Bila kepadaku. Aku menulis
dengan cepat lalu berdiri, "Udah, ayo kumpulin dulu."
Aku menaruh kertas tugasku di meja
depan. Aku melihat sekali lagi tulisan "Segalanya" di kertasku, aku
belajar hal baru lagi kali ini. Segalanya
adalah guru yang paling penting. Oke, catatan tambahan untukku.
Siapa itu Guru?
Dari Admin Penulismanda
Aku membuka Sebuah Lembaran baru lagi hari ini…
Hari ini aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari
sebuah Guru yang sangat hebat yaitu Pengalaman. Pengalaman ku kali ini tak bias
ku jadikan sebagai hal yang baik tapi sebagai pelajaran untuk kedepannya. Aku tak mau menceritakan Pelajaran apa itu., tapi yang ingin
ku ceritakan adalah arti seorang Guru menurutku…
Aku punya banyak Guru secara formalnya dari mulai tingkat TK
sampai sekarang aku berada, tapi aku tak menganggap mereka semua guru… kenapa ?
karena bagiku Guru adalah orang yang telah MENDIDIKku dengan Benar, bukan hanya
MENGAJARku, tak sedikit jumlah guru yang bagiku mereka itu bukanlah guru,
karena bagiku Guru adalah sebuah contoh yang mengajarkan kita bagaimana kita
melakukan sesuatu, bersikap, dan belajar memaknai Hidup itulah Guru yang
sebenarnya bagiku, Jujur saja Aku tak memerlukan Ilmu Pengetahuan yang Tinggi
dari Guru, Yang aku perlukan adalah Ilmu bagaimana menjalani Hidup ini dari
seorang Guru tentunya melalui contoh dari Mereka, dari mana aku tau mereka
contoh yang baik? Tentu saja melalui pola pikir mereka… Aku tak suka dengan
seseorang yang menganggap rendah orang lain, aku tak suka dengan orang yang
melihat orang sebelah mata, aku tak suka dengan orang-orang yang hanya melihat
sesuatu dengan sekali tatap, walaupun yang melakukan hal itu adalah orang yang
punya kekuasaan tetap saja aku tak suka dan rasanya aku ingin menghantam mereka
dengan sekali pukulan , karena aku berpikir memangnya siapa mereka berhak
seperti itu? Tuhan? Malaikat? Nabi? Mereka hanya manusia biasa yang drajatnya
sama jadi tak berhak mengatakan itu walaupun usia mereka lebih tua.
Guru bagiku adalah orang-orang yang mengajarkan kita
bagaimana kita melakukan sesuatu dengan baik, dan guru adalah orang menerangkan
kepada kita hal yang memang sedang kita perlukan, dan orang-orang yang memiliki
pemikiran yang Idealis itulah Yang kusebut Sebagai Guru… Pengaruh Guru seperti
itu sangat besar bagiku, dan beberapa kalimat yang mereka katakan masih
bermakna untukku. Guru bukanlah hanya seorang Orang tua yang mengajar kita,
tapi Guru adalah orang yang bisa mendidik kita dengan benar siapapun itu: teman
seangkatan, Kakak Kelas, Wali Kelas, Tetangga, Saudara bahkan orang yang
tiba-tiba berbicara dengan baik didepan kita dan menceritakan sesuatu dan
mengajarkan sesuatu adalah seorang Guru… tapi tetap saja, Guru Terbaik adalah
Pengalaman, mereka tidak mengajarkan kita dengan kata-kata atau cerita namun
mengajarkan kita langsung lewat praktik kehidupan dan itulah hal yang paling
diperlukan oleh kita Generasi Muda.
Guru bukanlah seorang yang sok pintar, Guru
bukanlah orang yang merasa paling berpengalaman, Guru bukanlah orang yang
berpikiran berlebihan, Guru bukan lah orang yang mengajarkan kita tentang
sesuatu yang aneh, Guru bukanlah orang yang membatasi pemikiran dan Konsep
pemikiran siswanya, dan Guru bukanlah seorang dictator. Guru harus demokratis
dan berpikiran selalu positif, selalu melakukan evaluasi pada dirinya sendiri.
Guru adalah orang yang mengajarkan melalui praktik bukan hanya kata-kata. Dan
Guru harus memberi jalan keluar terbaik bukan melakukan sesuai keinginannya.
Kadang aku rindu dengan Guru-Guru yang mempunyai cara
mengajar yang idealis, Guru yang mengajarkan kita pahit manisnya hidup dan
memberikan kepahitan kepada siswanya, aku Rindu dengan Guru-guru yang memang mensupport
kita dari belakang. Aku merindukan ucapan-ucapan mereka yang bermakna. Aku
tuliskan kata-kata dari orang-orang yang aku anggap Guru yang sudah mengajariku
“Jangan Pernah Meninggalkan 5 waktu Sholat karena itu bisa
membawa ketenangan dalam hidupmu”
“Pukulah sebuah tembok jika kau emosi, itu lebih baik dari
pada melampiaskannya pada seseorang”
“Jangan pernah sombong dengan jabatanmu sekarang, karena itu
hanya semantara dan Jabatan itu adalah tanggung jawab terbesar dan akan diadili
sangat sakit jika kamu memanfaatkannya dengan buruk”
“Sesungguhnya kamu memiliki jiwa pemimpin tapi kamu harus
belajar banyak menjadi untuk jadi seorang pemimpin”
“Jangan Pernah menyerah dalam menghadapi sesuatu, karena
sesungguhnya sesudah kesulitan pasti datang kemudahan”
“Kamu akan lebih bijak jika mendapatkan jawabanmu sendiri”
“orang yang menguasai waktu adalah orang yang menguasai
dunia”
…
Semoga Ceritaku ini dapat dibaca oleh guru-guru yang lain,
agar pemikiran mereka berubah dan menjadi guru yang berpikir idealis dan kedepan
dan berani menjawab tantangan bukan justru takut akan bertindak. Semangatlah
para generasi penerus temukan Guru-guru yang sangat berarti bagimu dan rubahlah
dunia bagi mereka.
Minggu, 04 Mei 2014
Tema 10 Mei 2014
Dear #smandacivil ... gmn nih kabarnya smandacivil? masih setia kan bertandang ke blog penulismanda? mulai sekarang ayoo dong buat smandacivil yang belum pernah ngirimin tulisannya mulai kedepan bisa ngirimin tulisannya ...
Oh iya ngomong-ngomong admin belum ngasih tau ya Tema buat minggu depan (10 Mei) ... , apa yaa? ada yang tau? tema buat sabtu depan apa ya? gimana kalau... Guru?
Ya... Guru!
Tema buat Sabtu tanggal 10 Mei 2014 nanti Guru... jadi ayo #smandacivil tuliskan tentang cerita, Pengalaman, Karangan, atau apapun tentang Guru... pastinya #smandacivil punya dong Guru Favorite? jadi ayoo #smandacivil gambarkan menurut imajinasimu dan tuangkan dalam tulisan tentang Guru....
Untuk Deadline seperti biasa Hari Sabtu tanggal 10 Mei pukul 17.00 WIB, dan diposting pada malamnya pukul 19.00 WIB , ditunggu karya tulisannya #smandacivil ... Keep Writing...
VIVA SMANDA!
Oh iya ngomong-ngomong admin belum ngasih tau ya Tema buat minggu depan (10 Mei) ... , apa yaa? ada yang tau? tema buat sabtu depan apa ya? gimana kalau... Guru?
Ya... Guru!
Tema buat Sabtu tanggal 10 Mei 2014 nanti Guru... jadi ayo #smandacivil tuliskan tentang cerita, Pengalaman, Karangan, atau apapun tentang Guru... pastinya #smandacivil punya dong Guru Favorite? jadi ayoo #smandacivil gambarkan menurut imajinasimu dan tuangkan dalam tulisan tentang Guru....
Untuk Deadline seperti biasa Hari Sabtu tanggal 10 Mei pukul 17.00 WIB, dan diposting pada malamnya pukul 19.00 WIB , ditunggu karya tulisannya #smandacivil ... Keep Writing...
VIVA SMANDA!
Langganan:
Postingan (Atom)