Sabtu, 10 Mei 2014

Siapa itu Guru?

Dari Admin Penulismanda




Aku membuka Sebuah Lembaran baru lagi hari ini…
Hari ini aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari sebuah Guru yang sangat hebat yaitu Pengalaman. Pengalaman ku kali ini tak bias ku jadikan sebagai hal yang baik tapi sebagai pelajaran untuk kedepannya. Aku tak mau menceritakan Pelajaran apa itu., tapi yang ingin ku ceritakan adalah arti seorang Guru menurutku… 

Aku punya banyak Guru secara formalnya dari mulai tingkat TK sampai sekarang aku berada, tapi aku tak menganggap mereka semua guru… kenapa ? karena bagiku Guru adalah orang yang telah MENDIDIKku dengan Benar, bukan hanya MENGAJARku, tak sedikit jumlah guru yang bagiku mereka itu bukanlah guru, karena bagiku Guru adalah sebuah contoh yang mengajarkan kita bagaimana kita melakukan sesuatu, bersikap, dan belajar memaknai Hidup itulah Guru yang sebenarnya bagiku, Jujur saja Aku tak memerlukan Ilmu Pengetahuan yang Tinggi dari Guru, Yang aku perlukan adalah Ilmu bagaimana menjalani Hidup ini dari seorang Guru tentunya melalui contoh dari Mereka, dari mana aku tau mereka contoh yang baik? Tentu saja melalui pola pikir mereka… Aku tak suka dengan seseorang yang menganggap rendah orang lain, aku tak suka dengan orang yang melihat orang sebelah mata, aku tak suka dengan orang-orang yang hanya melihat sesuatu dengan sekali tatap, walaupun yang melakukan hal itu adalah orang yang punya kekuasaan tetap saja aku tak suka dan rasanya aku ingin menghantam mereka dengan sekali pukulan , karena aku berpikir memangnya siapa mereka berhak seperti itu? Tuhan? Malaikat? Nabi? Mereka hanya manusia biasa yang drajatnya sama jadi tak berhak mengatakan itu walaupun usia mereka lebih tua.  

Guru bagiku adalah orang-orang yang mengajarkan kita bagaimana kita melakukan sesuatu dengan baik, dan guru adalah orang menerangkan kepada kita hal yang memang sedang kita perlukan, dan orang-orang yang memiliki pemikiran yang Idealis itulah Yang kusebut Sebagai Guru… Pengaruh Guru seperti itu sangat besar bagiku, dan beberapa kalimat yang mereka katakan masih bermakna untukku. Guru bukanlah hanya seorang Orang tua yang mengajar kita, tapi Guru adalah orang yang bisa mendidik kita dengan benar siapapun itu: teman seangkatan, Kakak Kelas, Wali Kelas, Tetangga, Saudara bahkan orang yang tiba-tiba berbicara dengan baik didepan kita dan menceritakan sesuatu dan mengajarkan sesuatu adalah seorang Guru… tapi tetap saja, Guru Terbaik adalah Pengalaman, mereka tidak mengajarkan kita dengan kata-kata atau cerita namun mengajarkan kita langsung lewat praktik kehidupan dan itulah hal yang paling diperlukan oleh kita Generasi Muda. 

Guru bukanlah seorang yang sok pintar, Guru bukanlah orang yang merasa paling berpengalaman, Guru bukanlah orang yang berpikiran berlebihan, Guru bukan lah orang yang mengajarkan kita tentang sesuatu yang aneh, Guru bukanlah orang yang membatasi pemikiran dan Konsep pemikiran siswanya, dan Guru bukanlah seorang dictator. Guru harus demokratis dan berpikiran selalu positif, selalu melakukan evaluasi pada dirinya sendiri. Guru adalah orang yang mengajarkan melalui praktik bukan hanya kata-kata. Dan Guru harus memberi jalan keluar terbaik bukan melakukan sesuai keinginannya.

Kadang aku rindu dengan Guru-Guru yang mempunyai cara mengajar yang idealis, Guru yang mengajarkan kita pahit manisnya hidup dan memberikan kepahitan kepada siswanya, aku Rindu dengan Guru-guru yang memang mensupport kita dari belakang. Aku merindukan ucapan-ucapan mereka yang bermakna. Aku tuliskan kata-kata dari orang-orang yang aku anggap Guru yang sudah mengajariku

“Jangan Pernah Meninggalkan 5 waktu Sholat karena itu bisa membawa ketenangan dalam hidupmu”

“Pukulah sebuah tembok jika kau emosi, itu lebih baik dari pada melampiaskannya pada seseorang”

“Jangan pernah sombong dengan jabatanmu sekarang, karena itu hanya semantara dan Jabatan itu adalah tanggung jawab terbesar dan akan diadili sangat sakit jika kamu memanfaatkannya dengan buruk”
 
“Sesungguhnya kamu memiliki jiwa pemimpin tapi kamu harus belajar banyak menjadi untuk jadi seorang pemimpin”

“Jangan Pernah menyerah dalam menghadapi sesuatu, karena sesungguhnya sesudah kesulitan pasti datang kemudahan”

“Kamu akan lebih bijak jika mendapatkan jawabanmu sendiri”

“orang yang menguasai waktu adalah orang yang menguasai dunia”

Semoga Ceritaku ini dapat dibaca oleh guru-guru yang lain, agar pemikiran mereka berubah dan menjadi guru yang berpikir idealis dan kedepan dan berani menjawab tantangan bukan justru takut akan bertindak. Semangatlah para generasi penerus temukan Guru-guru yang sangat berarti bagimu dan rubahlah dunia bagi mereka.

Minggu, 04 Mei 2014

Tema 10 Mei 2014

Dear #smandacivil ... gmn nih kabarnya smandacivil? masih setia kan bertandang ke blog penulismanda? mulai sekarang ayoo dong buat smandacivil yang belum pernah ngirimin tulisannya mulai kedepan bisa ngirimin tulisannya ...

Oh iya ngomong-ngomong admin belum ngasih tau ya Tema buat minggu depan (10 Mei) ... , apa yaa? ada yang tau? tema buat sabtu depan apa ya? gimana kalau... Guru?

Ya... Guru!
Tema buat Sabtu tanggal 10 Mei 2014 nanti Guru... jadi ayo #smandacivil tuliskan tentang cerita, Pengalaman, Karangan, atau apapun tentang Guru... pastinya #smandacivil punya dong Guru Favorite? jadi ayoo #smandacivil gambarkan menurut imajinasimu dan tuangkan dalam tulisan tentang Guru....

Untuk Deadline seperti biasa Hari Sabtu tanggal 10 Mei pukul 17.00 WIB, dan diposting pada malamnya pukul 19.00 WIB , ditunggu karya tulisannya #smandacivil ... Keep Writing...

VIVA SMANDA!

Sabtu, 03 Mei 2014

Freedom?

oleh         : Githa MR
Kelas          : X MIIA 4

Freedom itu apa sih? Freedom lebih pas di artikan sebagai  hidup dalam kebebasan, lepas dari tekanan. Jadi dalam alam yang bebas, kita bisa menentukan nasib sendiri dan melakukan sesuatu yang kita suka tanpa ada yang melarangTetapi kata bebas disini lebih diartikan kepada bebas berbicara, bebas mengekspresikan kreatifitas kita dalam hal positif, bukan sebaliknya.

Freedom jugabukan berarti kita bertindak sebebas mungkin. Kita juga harus mempunyai etika dalam mengekspresikan kebebasan, Kebebasan juga ada batasnya. Dampaknya jika kita kelewat batas, kita tidak bisa mengendalikan diri kita.


“Nothing, Everything, Anything, Something: If you have nothing, then you have everything, because you have the freedom to do anything, without the fear of losing something.”  Jarod Kintz.

Anak Kecil

Dari Admin Penulismanda



Gerimis di sore ini, membuatku terdiam dan merilekskan tumbuhku sejenak, akhir-akhir ini kepala dan tubuhku terus-menerus bekerja, aku dibuat stress dengan aktivitasku sendiri… aku bahkan melupakan buku ini, buku yang seharusnya kuisi , ya tapi dari awal juga aku sudah mengetahui aku akan terlalu sibuk dan melupakan untuk menulis dibuku ini, ya contohnya akhir-akhir ini…
Akhir-akhir ini kebebebasan ku untuk bergerak dan menjalankan aktivitas ku agak terganggu aku lebih menjalani pekerjaanku dengan mondar-mandir kesana kemari melakukan pekerjaan yang  lebih ketimbang duduk manis di depan meja dan menulis sesuatu, aku memang suka diriku seperti ini diriku yang terus bergerak tanpa ada halangan tapi aku tak suka apabila aku bergerak sendiri tak ada yang menopangku, kadang-kadang aku kesal sendiri, kadang-kadang aku ini marah dan berteriak sekencang-kencangnya  tapiii, tapi aku berpikir aku sekarang telah dewasa walaupun banyak orang yang mempertanyakan kedewasaanku, tapi aku pikir aku cukup dewasa dengan tidak mengeluh dengan keadaan dan terus bergerak untuk menyelesaikan tugas. Itu mungkin caraku berpikir sebagai orang dewasa.
Aku melihat beberapa daun-daun yang jatuh bersama derasnya air yang turun kupikir pasti akan hujan lebat lalu aku kembali kedalam rumahku mencoba berpikir jernih dan mendinginkan kepalaku, aku bosan dengan kepalaku yang terus-menerus panas dan tak bisa berpikir jernih, aku berharap hujan ini bisa membuat kepalaku dingin tentunya tanpa aku harus hujan-hujanan diluar sana.
Aku melihat sekeliling kamarku tampak agak sedikit berantakan tapi yasudahlah tak penting sekarang aku ingin menulis sesuatu, kata orang menulis adalah hal yang paling efektif untuk menumpahkan kesal, lelah, emosi semua yang ada dipikiran kita menjadi sebuah tulisan… tapi entah aku pikir bagaimana nanti hasilnya tulisanku, tapi yasudahlah tak kupikirkan hasil akhirnya. Aku melihat beberapa anak-anak dari luar jendelaku sedang berlari-lari sambil menikmati hujan yang turun aku kangen dengan masa-masa itu, masa-masa aku bebas layaknya sebuah anak kecil yang tidak tahu apa-apa, ya memang sebenernya mereka anak kecil-kecil. Sekarang atau mungkin orang dewasa kebanyakan berpikir lebih kedepan dan berpikir berulang kali efek dari hujan-hujanan, mereka berpikir kalau terkena hujan kemungkinan besar akan sakit dank arena sakit dapat membuat aktivitas dan pekerjaan mereka terganggu dan dapat berdampak buruk bagi karier atau pekerjaan mereka, ya kadang aku juga berpikir seperti itu.
Tapi aku tetap ingin bebas aku ingin melupakan semua kepenatanku selama ini, sesekali aku ingin menjadi anak kecil yang bermain dengan senangnya, tapi aku tidak pernah manja walaupun jadi anak kecil setiap masalah selalu ku tangani sendiri dan tak pernah mengadu ke orangtua ku. Tapi yasudahlah lupakan aku justru malah menceritakan pribadiku hahaha .
Aku kembali menatap hujan dari kamar jendela, aku ingin bebas seperti halnya hujan yang bisa turun kapan saja, aku ingin seperti angina yang bebas berhembus kemana saja , aku ingin menjadi daun-daun yang jatuh ketika mereka sudah tak mampu bertahan mereka lebih baik gugur dari pada menyusahkan, aku ingin seperti mereka yang melakukan sesuatu dengan bebas dan dapat beraktivitas dengan bebas tanpa gangguan. tapi kemudian aku berpikir itu semua mustahil, kenapa? Karena aku manusia aku punya akal aku punya otak dan aku pasti mempunyai masalah yang harus diselesaikan aku mungkin bisa bebas tapi tak selamanya aku bisa bebas, kenapa? Karena aku manusia aku bukan benda mati yang tak bisa berpikir, aku manusia harus mau diatur tapi kita juga boleh bebas asal tidak keluar dari aturan itu. Ya selama kita menunaikan tugas dan kewajiban kita kita berhak bebas meminta hak kita kan? Karena kita bukan babu dan kita bebas bereksprei dan menuangkan ide kreatifitas kita, mungkin itu makna bebas menurutku dan menurut orang dewasa lainnya.

Aku tersenyum, aku justru berdiri dan keluar dari kamarku, membuka pintu rumahku dan berjalan sedikit-demi sedikit kearah luar, tanganku bergerak lebih dulu manampung air hujan kemudian tubuhku akhirnya keluar dari perbatasan dan menerjang hujan, aku sama sekali tak berpikir apa-apa aku hanya ini keluar dan bebas menikmati hujan. Bebas menikmati kehidupan aku tersenyum bahkan sampai tertawa, hujan ini seperti meluluhkan api dalam kepalaku, aku seperti anak kecil yang ceria dan bebas menikmati hujan. Seluruh tubuhku basah aku mulai kedinginan dan mungkin aku akan batuk-batuk aku mulai pilek , tapi aku justru bersyukur karena itu semua adalah resiko yang aku dapatkan, bukankah semua yang kita kerjakan punya resiko? Dan aku juga sangat bersyukur tekanan yang ada pada otakku tiba-tiba hilang dan aku mulai bisa berpikir jernih, walaupun sekarang tubuhku merasakan meriang, tapi tak apa ini namanya resiko, lagipula ini setimpal? Yang penting aku bisa bebas dari tekanan.

Bebas berbuah Masalah

Oleh   : Amalia RamadhaniKelas : X IPA 7


Jaman sekarang sudah sangat bebas untuk melakukan sesuatu. Salah satunya mengungkapkan pendapat. Apapun yang ingin kita katakan, bisa kita curahkan kepada siapapun. Termauk kepada orang yang tidak dikenal. Kita juga bisa mengungkapkan pendapat itu sebebas-bebasnya ditempatnya yang sesuai. Tapi, kebanyakan orang mengungkapkan pendapat itu di tempat yang salah. Misalnya, di tembok jalan raya. Karena kebebasan itu  tidak segan-segan menggunakan kata yang sangat kasar.

Bukan hanya di tembok-tembok jalanan. Yang lebih terkenal dan lebih dekat dengan kita adalah social media.  Social media sering digunakan sebagai ajang untuk mengungkapkan pendapat. Pernah dengar quote “Freedom is not worth having if it does not include the freedom to make mistakes” ? Itu quote dari Mahatma Gandhi salah seorang pemimpin di India. Bener banget. Karena, saking bebasnya orang-orang tidak memikirkan kebebasan orang lain dan membuat masalah. Banyak orang yang menyelewengkan kebebasan itu. Kebebasan ini adalah salah satu penyebab terjadinya Cyberbullying. Sudah banyak kasus mengenai cyberbullying. Khususnya dikalangan remaja. Si korban bullying itu menjadi merasa tidak bebas, walaupun mereka punya hak untuk bebas juga.


Kebebasan itu termasuk hak kita semua sebagai manusia. Tetapi, hak juga harus diimbangi dengan kewajiban, kan? Supaya seimbang dengan hak bebas, kita berkewajiban untuk menghargai oranglain. Dan pendapat itu disampaikan dengan cara yang sopan juga ditempat yang sesuai. Mari bebas dan menghargai orang lain!

One Word! Freedom!

Oleh :Fasya Hadiyan Aprilingga
Kelas : X IPA 4



"Bebas, satu kata berjuta makna."

Freedom? Kebebasan. Satu kata, banyak makna. Dimana kata itu dahulu sebelum agustus tahun 1945 sangat diidam-idamkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Kata yang dengan perjuangan yang sangat besar akhirnya kita raih. Banyak sekali makna dalam satu kata kebebasan itu. Kebebasan saat ini adalah salah satu hak yang dimiliki seluruh manusia. Kebebasan berpendapat, berprilaku, mengapresiasikan diri kita, memilih teman, memilih mana yang baik dan tidak. Itu semua adalah macam-macam kebebasan yang kita miliki. Sekarang ini semua manusia memiliki kebebasan itu, kebabasan yang mutlak milik kita. Kebebasan berpendapat dapat kita lakukan di sekolah, dalam forum, dan sebagainya. Kebebasan berprilaku, yakni kita bebas untuk berprilaku apa saja, kita ingin berprilaku sopan, slengean, hormat kepada siapapun, itu semua dapat kita lakukan sesuai apa yang kita inginkan. Namun kita pun harus berpikir terlebih dahulu walaupun memang kita bebas melakukan apapun. Kita tak mau
 kan terjerumus kedalam hal-hal yang tidak kita inginkan? Hal-hal yang tidak kita pikirkan sebelumnya? Pastilah hal itu bersifat negatif. Oleh karena itu, berpikir pun harus kita gunakan sebelum bebas memilih apa yang kita inginkan agar pilihan kita itu tepat dan tidak membuat kita menjadi buruk.

Sekarang ini pun ada saja prilaku yang membuat kebebasan kita direnggut oleh orang lain. Contohnya saja seperti saat suara kita untuk memilih anggota legislatif direnggut. Ya saat para calon anggota legislatif tersebut memberikan uang untuk kita asal kita memilih mereka saat pemilu. Itu adalah salah satu contoh kebebasan yang direnggut yang sekarang ini dilakukan oleh manusia. Tetapi memang apakah kita setuju atau tidak untuk menerima uang tersebut adalah kebebasan kita. Namun harus tetap kita pikirkan dulu matang-matang sebelum menyetujuinya.

Kebebasan memang memiliki banyak makna. Makna yang sangat merubah dunia ini menjadi dunia yang beraneka ragam. Dunia yang membuat kita bebas berpikir untuk melakukan apa yang kita inginkan. Dunia bebas yang tidak menjerumuskan kita kedalam hal-hal yang bersifat negatif. Dunia yang membuat kita menjadi pribadi yang bebas, bebas namun tetap dengan akal sehat.

Bebas

Oleh: Aulia D Putri
Kelas: X IPA 2

Aku hanyut dalam diam
Meratapi keindahan dalam gelap
Andai aku mereka
Terbang dengan sayap
Berlari menerjang angin
Berenang melawan arus
Tak ada kegundahan
Hasratku menggebu tiada akhir
Ragaku pun bergemuruh
Aku ingin bebas
Lakukan semua tanpa batas
Hanya ada aku dan dunia
Tak pernah ku ragu tuk mencoba
Karena bebas berarti bahagia
Namun aku bak burung dalam sangkar
Yang hanya terpejam menanti kebebasan