Dear #smandacivil ... gmn nih kabarnya smandacivil? masih setia kan bertandang ke blog penulismanda? mulai sekarang ayoo dong buat smandacivil yang belum pernah ngirimin tulisannya mulai kedepan bisa ngirimin tulisannya ...
Oh iya ngomong-ngomong admin belum ngasih tau ya Tema buat minggu depan (10 Mei) ... , apa yaa? ada yang tau? tema buat sabtu depan apa ya? gimana kalau... Guru?
Ya... Guru!
Tema buat Sabtu tanggal 10 Mei 2014 nanti Guru... jadi ayo #smandacivil tuliskan tentang cerita, Pengalaman, Karangan, atau apapun tentang Guru... pastinya #smandacivil punya dong Guru Favorite? jadi ayoo #smandacivil gambarkan menurut imajinasimu dan tuangkan dalam tulisan tentang Guru....
Untuk Deadline seperti biasa Hari Sabtu tanggal 10 Mei pukul 17.00 WIB, dan diposting pada malamnya pukul 19.00 WIB , ditunggu karya tulisannya #smandacivil ... Keep Writing...
VIVA SMANDA!
Minggu, 04 Mei 2014
Sabtu, 03 Mei 2014
Freedom?
oleh : Githa MR
Kelas : X MIIA 4
Freedom itu apa sih? Freedom lebih pas
di artikan sebagai hidup dalam kebebasan, lepas dari tekanan. Jadi dalam alam
yang bebas, kita bisa menentukan nasib sendiri dan melakukan sesuatu
yang kita suka tanpa ada yang melarang. Tetapi kata bebas disini lebih diartikan kepada bebas berbicara,
bebas mengekspresikan kreatifitas kita dalam hal positif, bukan sebaliknya.
Freedom jugabukan berarti kita bertindak sebebas mungkin. Kita
juga harus mempunyai etika dalam mengekspresikan kebebasan, Kebebasan juga ada batasnya. Dampaknya jika kita kelewat batas,
kita tidak bisa mengendalikan diri kita.
“Nothing,
Everything, Anything, Something: If you have nothing, then you have everything,
because you have the freedom to do anything, without the fear of losing
something.” ― Jarod Kintz.
Anak Kecil
Dari Admin Penulismanda
Gerimis di sore ini, membuatku terdiam dan
merilekskan tumbuhku sejenak, akhir-akhir ini kepala dan tubuhku terus-menerus
bekerja, aku dibuat stress dengan aktivitasku sendiri… aku bahkan melupakan
buku ini, buku yang seharusnya kuisi , ya tapi dari awal juga aku sudah
mengetahui aku akan terlalu sibuk dan melupakan untuk menulis dibuku ini, ya
contohnya akhir-akhir ini…
Akhir-akhir ini kebebebasan ku untuk
bergerak dan menjalankan aktivitas ku agak terganggu aku lebih menjalani
pekerjaanku dengan mondar-mandir kesana kemari melakukan pekerjaan yang lebih ketimbang duduk manis di depan meja dan
menulis sesuatu, aku memang suka diriku seperti ini diriku yang terus bergerak
tanpa ada halangan tapi aku tak suka apabila aku bergerak sendiri tak ada yang
menopangku, kadang-kadang aku kesal sendiri, kadang-kadang aku ini marah dan
berteriak sekencang-kencangnya tapiii,
tapi aku berpikir aku sekarang telah dewasa walaupun banyak orang yang
mempertanyakan kedewasaanku, tapi aku pikir aku cukup dewasa dengan tidak mengeluh
dengan keadaan dan terus bergerak untuk menyelesaikan tugas. Itu mungkin caraku
berpikir sebagai orang dewasa.
Aku melihat beberapa daun-daun yang jatuh
bersama derasnya air yang turun kupikir pasti akan hujan lebat lalu aku kembali
kedalam rumahku mencoba berpikir jernih dan mendinginkan kepalaku, aku bosan
dengan kepalaku yang terus-menerus panas dan tak bisa berpikir jernih, aku
berharap hujan ini bisa membuat kepalaku dingin tentunya tanpa aku harus
hujan-hujanan diluar sana.
Aku melihat sekeliling kamarku tampak agak
sedikit berantakan tapi yasudahlah tak penting sekarang aku ingin menulis
sesuatu, kata orang menulis adalah hal yang paling efektif untuk menumpahkan
kesal, lelah, emosi semua yang ada dipikiran kita menjadi sebuah tulisan… tapi
entah aku pikir bagaimana nanti hasilnya tulisanku, tapi yasudahlah tak
kupikirkan hasil akhirnya. Aku melihat beberapa anak-anak dari luar jendelaku
sedang berlari-lari sambil menikmati hujan yang turun aku kangen dengan
masa-masa itu, masa-masa aku bebas layaknya sebuah anak kecil yang tidak tahu
apa-apa, ya memang sebenernya mereka anak kecil-kecil. Sekarang atau mungkin
orang dewasa kebanyakan berpikir lebih kedepan dan berpikir berulang kali efek
dari hujan-hujanan, mereka berpikir kalau terkena hujan kemungkinan besar akan
sakit dank arena sakit dapat membuat aktivitas dan pekerjaan mereka terganggu
dan dapat berdampak buruk bagi karier atau pekerjaan mereka, ya kadang aku juga
berpikir seperti itu.
Tapi aku tetap ingin bebas aku ingin
melupakan semua kepenatanku selama ini, sesekali aku ingin menjadi anak kecil
yang bermain dengan senangnya, tapi aku tidak pernah manja walaupun jadi anak
kecil setiap masalah selalu ku tangani sendiri dan tak pernah mengadu ke
orangtua ku. Tapi yasudahlah lupakan aku justru malah menceritakan pribadiku
hahaha .
Aku kembali menatap hujan dari kamar
jendela, aku ingin bebas seperti halnya hujan yang bisa turun kapan saja, aku
ingin seperti angina yang bebas berhembus kemana saja , aku ingin menjadi daun-daun
yang jatuh ketika mereka sudah tak mampu bertahan mereka lebih baik gugur dari
pada menyusahkan, aku ingin seperti mereka yang melakukan sesuatu dengan bebas
dan dapat beraktivitas dengan bebas tanpa gangguan. tapi kemudian aku berpikir
itu semua mustahil, kenapa? Karena aku manusia aku punya akal aku punya otak
dan aku pasti mempunyai masalah yang harus diselesaikan aku mungkin bisa bebas
tapi tak selamanya aku bisa bebas, kenapa? Karena aku manusia aku bukan benda
mati yang tak bisa berpikir, aku manusia harus mau diatur tapi kita juga boleh
bebas asal tidak keluar dari aturan itu. Ya selama kita menunaikan tugas dan
kewajiban kita kita berhak bebas meminta hak kita kan? Karena kita bukan babu
dan kita bebas bereksprei dan menuangkan ide kreatifitas kita, mungkin itu
makna bebas menurutku dan menurut orang dewasa lainnya.
Aku tersenyum, aku justru berdiri dan
keluar dari kamarku, membuka pintu rumahku dan berjalan sedikit-demi sedikit
kearah luar, tanganku bergerak lebih dulu manampung air hujan kemudian tubuhku
akhirnya keluar dari perbatasan dan menerjang hujan, aku sama sekali tak
berpikir apa-apa aku hanya ini keluar dan bebas menikmati hujan. Bebas
menikmati kehidupan aku tersenyum bahkan sampai tertawa, hujan ini seperti
meluluhkan api dalam kepalaku, aku seperti anak kecil yang ceria dan bebas
menikmati hujan. Seluruh tubuhku basah aku mulai kedinginan dan mungkin aku
akan batuk-batuk aku mulai pilek , tapi aku justru bersyukur karena itu semua
adalah resiko yang aku dapatkan, bukankah semua yang kita kerjakan punya
resiko? Dan aku juga sangat bersyukur tekanan yang ada pada otakku tiba-tiba
hilang dan aku mulai bisa berpikir jernih, walaupun sekarang tubuhku merasakan
meriang, tapi tak apa ini namanya resiko, lagipula ini setimpal? Yang penting aku
bisa bebas dari tekanan.
Bebas berbuah Masalah
Oleh : Amalia RamadhaniKelas : X IPA 7
Jaman sekarang sudah sangat bebas untuk
melakukan sesuatu. Salah satunya mengungkapkan pendapat. Apapun yang ingin kita
katakan, bisa kita curahkan kepada siapapun. Termauk kepada orang yang tidak
dikenal. Kita juga bisa mengungkapkan pendapat itu sebebas-bebasnya ditempatnya
yang sesuai. Tapi, kebanyakan orang mengungkapkan pendapat itu di tempat yang
salah. Misalnya, di tembok jalan raya. Karena kebebasan itu tidak segan-segan menggunakan kata yang
sangat kasar.
Bukan
hanya di tembok-tembok jalanan. Yang lebih terkenal dan lebih dekat dengan kita
adalah social media. Social media sering
digunakan sebagai ajang untuk mengungkapkan pendapat. Pernah dengar quote “Freedom is
not worth having if it does not include the freedom to make
mistakes” ? Itu quote dari Mahatma Gandhi salah seorang
pemimpin di India. Bener banget. Karena, saking bebasnya orang-orang tidak
memikirkan kebebasan orang lain dan membuat masalah. Banyak orang yang
menyelewengkan kebebasan itu. Kebebasan ini adalah salah satu penyebab
terjadinya Cyberbullying. Sudah banyak kasus mengenai cyberbullying. Khususnya dikalangan remaja. Si korban bullying
itu menjadi merasa tidak bebas, walaupun mereka punya hak untuk bebas juga.
Kebebasan
itu termasuk hak kita semua sebagai manusia. Tetapi, hak juga harus diimbangi
dengan kewajiban, kan? Supaya seimbang dengan hak bebas, kita berkewajiban
untuk menghargai oranglain. Dan pendapat itu disampaikan dengan cara yang sopan
juga ditempat yang sesuai. Mari bebas dan menghargai orang lain!
One Word! Freedom!
Oleh :Fasya Hadiyan Aprilingga
Kelas : X IPA 4
"Bebas, satu kata berjuta makna."
Freedom? Kebebasan. Satu kata, banyak makna. Dimana kata itu dahulu sebelum agustus tahun 1945 sangat diidam-idamkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Kata yang dengan perjuangan yang sangat besar akhirnya kita raih. Banyak sekali makna dalam satu kata kebebasan itu. Kebebasan saat ini adalah salah satu hak yang dimiliki seluruh manusia. Kebebasan berpendapat, berprilaku, mengapresiasikan diri kita, memilih teman, memilih mana yang baik dan tidak. Itu semua adalah macam-macam kebebasan yang kita miliki. Sekarang ini semua manusia memiliki kebebasan itu, kebabasan yang mutlak milik kita. Kebebasan berpendapat dapat kita lakukan di sekolah, dalam forum, dan sebagainya. Kebebasan berprilaku, yakni kita bebas untuk berprilaku apa saja, kita ingin berprilaku sopan, slengean, hormat kepada siapapun, itu semua dapat kita lakukan sesuai apa yang kita inginkan. Namun kita pun harus berpikir terlebih dahulu walaupun memang kita bebas melakukan apapun. Kita tak mau
kan terjerumus kedalam hal-hal yang tidak kita inginkan? Hal-hal yang tidak kita pikirkan sebelumnya? Pastilah hal itu bersifat negatif. Oleh karena itu, berpikir pun harus kita gunakan sebelum bebas memilih apa yang kita inginkan agar pilihan kita itu tepat dan tidak membuat kita menjadi buruk.
Sekarang ini pun ada saja prilaku yang membuat kebebasan kita direnggut oleh orang lain. Contohnya saja seperti saat suara kita untuk memilih anggota legislatif direnggut. Ya saat para calon anggota legislatif tersebut memberikan uang untuk kita asal kita memilih mereka saat pemilu. Itu adalah salah satu contoh kebebasan yang direnggut yang sekarang ini dilakukan oleh manusia. Tetapi memang apakah kita setuju atau tidak untuk menerima uang tersebut adalah kebebasan kita. Namun harus tetap kita pikirkan dulu matang-matang sebelum menyetujuinya.
Kebebasan memang memiliki banyak makna. Makna yang sangat merubah dunia ini menjadi dunia yang beraneka ragam. Dunia yang membuat kita bebas berpikir untuk melakukan apa yang kita inginkan. Dunia bebas yang tidak menjerumuskan kita kedalam hal-hal yang bersifat negatif. Dunia yang membuat kita menjadi pribadi yang bebas, bebas namun tetap dengan akal sehat.
Kelas : X IPA 4
"Bebas, satu kata berjuta makna."
Freedom? Kebebasan. Satu kata, banyak makna. Dimana kata itu dahulu sebelum agustus tahun 1945 sangat diidam-idamkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Kata yang dengan perjuangan yang sangat besar akhirnya kita raih. Banyak sekali makna dalam satu kata kebebasan itu. Kebebasan saat ini adalah salah satu hak yang dimiliki seluruh manusia. Kebebasan berpendapat, berprilaku, mengapresiasikan diri kita, memilih teman, memilih mana yang baik dan tidak. Itu semua adalah macam-macam kebebasan yang kita miliki. Sekarang ini semua manusia memiliki kebebasan itu, kebabasan yang mutlak milik kita. Kebebasan berpendapat dapat kita lakukan di sekolah, dalam forum, dan sebagainya. Kebebasan berprilaku, yakni kita bebas untuk berprilaku apa saja, kita ingin berprilaku sopan, slengean, hormat kepada siapapun, itu semua dapat kita lakukan sesuai apa yang kita inginkan. Namun kita pun harus berpikir terlebih dahulu walaupun memang kita bebas melakukan apapun. Kita tak mau
kan terjerumus kedalam hal-hal yang tidak kita inginkan? Hal-hal yang tidak kita pikirkan sebelumnya? Pastilah hal itu bersifat negatif. Oleh karena itu, berpikir pun harus kita gunakan sebelum bebas memilih apa yang kita inginkan agar pilihan kita itu tepat dan tidak membuat kita menjadi buruk.
Sekarang ini pun ada saja prilaku yang membuat kebebasan kita direnggut oleh orang lain. Contohnya saja seperti saat suara kita untuk memilih anggota legislatif direnggut. Ya saat para calon anggota legislatif tersebut memberikan uang untuk kita asal kita memilih mereka saat pemilu. Itu adalah salah satu contoh kebebasan yang direnggut yang sekarang ini dilakukan oleh manusia. Tetapi memang apakah kita setuju atau tidak untuk menerima uang tersebut adalah kebebasan kita. Namun harus tetap kita pikirkan dulu matang-matang sebelum menyetujuinya.
Kebebasan memang memiliki banyak makna. Makna yang sangat merubah dunia ini menjadi dunia yang beraneka ragam. Dunia yang membuat kita bebas berpikir untuk melakukan apa yang kita inginkan. Dunia bebas yang tidak menjerumuskan kita kedalam hal-hal yang bersifat negatif. Dunia yang membuat kita menjadi pribadi yang bebas, bebas namun tetap dengan akal sehat.
Bebas
Oleh: Aulia D Putri
Kelas: X IPA 2
Aku hanyut dalam diam
Meratapi keindahan dalam gelap
Andai aku mereka
Terbang dengan sayap
Berlari menerjang angin
Berenang melawan arus
Tak ada kegundahan
Hasratku menggebu tiada akhir
Ragaku pun bergemuruh
Aku ingin bebas
Lakukan semua tanpa batas
Hanya ada aku dan dunia
Tak pernah ku ragu tuk mencoba
Karena bebas berarti bahagia
Namun aku bak burung dalam sangkar
Yang hanya terpejam menanti kebebasan
Heard What Your Mom Say
Oleh : Prameswari K
Kelas : X IPA 4
New York, 3 January 2014
Kelas : X IPA 4
New York, 3 January 2014
Hai Bunda, Selamat tahun baru semoga sehat selalu dan awet muda (Ampun Bun). Oh ya apa kabar Bun? Aku sih baik-baik aja disini jadi jangan khawatirin aku terus, soalnya aku disini udah punya banyak temen dan mereka semua baik banget sama aku. Aku tunggu balesannya Bun. Bye~
….
Jakarta, 8 January 2014
Halo Sayang, Selamat tahun baru juga. Bunda Alhamdulillah baik, kapan kamu pulang ke Jakarta? Bunda kangen sama kamu. Syukurlah kalau kamu udah punya banyak temen, tapi kamu harus hati-hati gak semua orang baik. Apalagi sekarang kamu tinggal di luar negeri. Ingat nak, pulang ke apartemen jangan malam-malam, jangan ikut-ikutan aktivitas sekolah yang kurang penting disana misalnya mejeng, dan gunakan waktumu disana untuk belajar jangan malah banyak bergaul sana-sini yang gak jelas ya sayang. Bunda sayang kamu.
…..
New York, 15 January 2014
Bun maaf aku baru bisa bales sekarang, iya bun aku ngerti bunda pasti khawatir banget sama aku. Cuman aku pengen bilang bahwa aku sekarang udah dewasa, umurku udah 20 tahun, kalau Bunda masih ngelarang aku ini itu kapan aku bisa hidup mandiri? Aku udah bukan anak kecil bun.
…..
Jakarta, 23 January 2014
Anakku sayang maksud mama bukan itu. Mama Cuma ga mau kamu masuk ke pergaulan bebas apalagi sekarang kamu tinggal di luar negeri yang tingkat resiko pergaulan bebasnya lebih tinggi dari pada disini. Bunda minta maaf, kamu benar kamu sudah bukan anak kecil tapi kamu tetep anak Bunda jadi kamu harus tetep dengerin kata-kata Bunda meskipun kamu gak sependapat sama Bunda.
……
Jakarta, 15 February 2014
Happy Valentine dear! Apa kabar kok kamu gak pernah balas surat dari Bunda lagi sih? Kamu gak marahkan sama Bunda? Bunda minta maaf kalau Bunda ada salah sama kamu ya sayang, Bunda sayang kamu makanya Bunda ngelarang kamu pulang malam-malam dan jangan mejeng karena Bunda takut kamu bergaul sama orang jahat disana. Bunda sayang kamu. Jaga kesehatan kamu disana dan jangan lupa selalu pakai mantel selama musim dingin.
…..
Jakarta, 11 Maret 2014
Halo anakku apa kabar? Kamu pasti sedang sibuk dengan sekolahmu. Bunda juga penasaran gimana hubungan kamu sama teman-teman disana? Bunda saranin berteman dengan orang-orang pintar jauh lebih bermanfaat bagimu apalagi kamu sekarang sedang mengejar gelas Sarjana S1. Bunda penasaran siapa yang jadi sahabat kamu disana. Lain kali pertemukan Bunda sama dia supaya Bunda bisa tahu seberapa baiknya dia untuk kamu. Oh ya Bunda kangen kamu.
……
New York, 5 April 2014
Bunda aku minta maaf banget sama bunda. Aku memang anak nakal bun. Sekarang aku tahu kenapa Bunda selalu ngingetin aku tentang pergaulan bebas. Aku minta maaf bun. Sekarang aku gak tahu aku harus gimana. Aku sudah berbadan dua sekarang, suamiku seorang pengedar narkoba dan sekarang dia sedang berada di dalam penjara. Aku bahkan gak bisa pulang karena visa-ku ditolak. Dan juga aku sedang dalam proses Drop Out dari sekolah karena ketahuan mengedarkan narkoba. Aku gak tahu masalah yang dideritaku sekarang bakalan jadi masalah serumit ini. Bunda maafin aku.
Langganan:
Postingan (Atom)