Dear #smandacivil , gimana tulisan-tulisannya diedisi kemarin? nah sekarang move on yuk ke Edisi Berikutnya 19 April ... buat tema edisi berikutnya enaknya apa ya ?
Oh iya btw minggu ini mas mba kelas 12 sedang menghadapi UN (Ujian Nasional) , yuk sama-sama berdoa agar mas mba yang sedang menghadapi UN dapat mengerjakan Soal-soal dan mendapatkan Hasil yang terbaik #ammin ,,, ngomong-ngomong #smandacivil yang lain juga pasti pernah menghadapi Ujian kan? nah enaknya buat Tema Edisi 19 April nanti temanya "UJIAN"
Apa sih pandangan #smandacivil tentang "UJIAN" itu? apakah itu sebagai cobaan? keputusasaan? pembangkit semangat? pengingat? atau apa? #smandacivil bisa menuliskan pandangan tentang UJIAN dan membagikannya dengan smandacivil yang lain ...
Ujian bisa berupa berbagai macam hal... bisa itu :
Soal-soal?
Masalah?
Pacar?
Galau?
Cobaan?
Semuanya merupakan UJIAN , dan semua itu harus dilewati , nah ayo #smandacivil tuliskan tentang UJIAN menurut kalian ! tuliskan pengalaman, Karangan, ataupun angan-angan kalian tentang UJIAN... Jadi ditunggu Kreativitas dan tulisan-tulisannya ya
Untuk Deadline seperti biasa ya #smandacivil , paling lambat hari Sabtu 19 April Pukul 17.00 WIB , dan diposting pada malamnya pukul 19.00 WIB , ditunggu karya tulisannya #smandacivil ... Keep Writing...
VIVA SMANDA!
Selasa, 15 April 2014
Minggu, 13 April 2014
Resiko dan Pilihan
Dari Admin
Aku akhirnya menemukan kembali buku dari
ayahku,
Dalam beberapa hari kemarin aku sangat
sibuk, banyak yang harus kukerjakan disekolahku aku bahkan hanya memiliki
sedikit waktu dirumah, sampai sampai aku lupa menaruh buku ini. Aku
mengobrak-abrik seisi kamarku untuk mencari buku ini aku kira aku
menghilangkannya atau lupa menaruhnya, aku sempat putus asa untuk menemukan
buku ini aku bahkan punya pilihan untuk membeli buku baru tapi tidakku lakukan, aku pikir aku harus
mencarinya ditempat lain dan akhirnya aku menemukannya, ternyata buku ini ada
ditumpukkan kertas-kertas milik ayahku aku bersyukur aku memilih untuk
mencarinya dari pada untuk membeli yang baru aku bisa hemat beberapa puluh ribu
untuk sebuah buku.
Oke, aku akan menulis lagi, aku membuka
kembali lembaran kosong, ya seperti biasa aku bingung untuk menulis apa, aku
sempat ingin menulis tentang kehidupanku
tapi aku tak memilih itu, aku juga sempat menulis tentang bagaimana hariku hari
ini tapi aku kembali menghapus karenaku kira itu tak penting, aku bingung untuk
memilih apa ya yang cocok untuk tulisanku kali ini apa yang harus ku pilih, tak
kusangka untuk memilih tema untuk tulisan bebas saja bisa membuatku sebingung
ini bagaimana nanti aku memilih jawaban abcd yang benar saat ujian ? …
Pilihan ? bagaimana aku memilih sesuatu
kalau sesuatu yang sepele saja yang tak punya resiko apa-apa aku bingung
memilihnya bagaimana nanti aku disuruh memilih sesuatu yang melibatkan 2
pilihan yang beresiko buat ku? , aku menggelengkan kepalaku , Rupanya aku harus belajar membuat sebuah
pilihan dan memutuskan apa itu baik? Tidak-tidak aku harus mencoba memilih ,
aku harus mencoba memilih sesuatu walaupun nanti hasil akhirnya mengecewakan
tapi aku harus memilih suatu pilihan , mencoba untuk salah karena kita tidak
tahu hasil akhirnya tidak masalahkan? Yang salah itu ketika memilih sesuatu
yang salah padahal kita tahu hasil akhirnya…
Memilih untuk tidak memilih juga bukan
sebuah kesalahan karena kita boleh untuk tidak memilih sebuah pilihan yang
diajukan , tapi kalau menurutku kalau kita tidak mau memilih sesuatu itu
berarti kita tidak berani mengambil sebuah resiko , padahal resiko yang kita
hadapi itu berbanding lurus dengan kesuksesan kita nanti itu kalau menurutku …
ah aku sudah mulai ngelantur ,,, aku kemudian berpikir bagaimana kita memilih
sesuatu yang tepat? Agar tak ada penyelesaian… pikiranku buntu , pikir panjang?
Boleh tapi jangan kepanjangan nanti lama nunggunya, pikir pendek? Jangan juga,
kita harus mempertimbangkan semua resiko? Jadi bagaimana baiknya? Entahlah
berdoa saja semoga pilihan kita yang kita pilih menjadi pilihan terbaik
walaupun hasilnya mengecewakan.
Aku menulis tentang apa sih sebenernya?
Setelah kulihat ke atas sepertinya aku menulis tentang pilihan…
Aku punya sebuah cerita tentang sebuah
pilihan ,
Dulu ada sebuah Raja disebuah kerajaan di
Yunani, Raja itu amat dihormati oleh banyak orang , Raja itu sudah amat tua dan
dia tahu waktunya dia menurunkan jabatannya kepada seseorang, tapi sayangnya
dia tidak punya seorangpun anak walaupun dia punya 4 istri. Raja itu gelisah
dia bingung untuk memberikan tahtanya kepada siapa , dia punya Menteri-menteri kerajaan yang setia padanya
dan Raja itu yakin salah satu diantara mereka pantas untuk menjadi Raja, dia juga
punya pilihan untuk memberikan tahtanya pada seorang tangan kanannya yang
merupakan algojo. Algojo tersebut sangat setia padanya dan tak pernah gagal
melakukan perintah sang Raja tapi dia adalah seorang barbar yang tak punya otak
dan hanya punya kekuatan fisik. Tapi dia punya pilihan yaitu memberikan
jabatannya kepada seorang warga yang sangat baik hati dan tidak sombong yang ia
dapatkan infonya dari algojonya.
Raja bingung untuk memilih siapa, karena
setiap pilihannya mempunyai resiko yang menurutnya amat besar. Jika Raja
memilih salah satu menterinya pasti ada rasa iri diantara menteri yang lain dan
hal itu bisa merusak system kerajaannya . jika dia memilih tangan kanannya Raja
takut kalau nanti Kerajaan menjadi Kerajaan yang melakukan tindakan-tindakan
yang tak sesuai dan menjadi kerajaan
bar-bar. Jika Raja memilih Rakyat biasa yang menjadi penerusnya ia takut kalau
nanti orang tersebut tak mengerti bagaimana mengatur pemerintahan karena dia
tidak pernah tahu soal kerajaan Raja takut kerajaan justru hancur. Raja semakin
was-was karenanya Raja tersebut menjadi penyakitan dan Raja tersebut tak punya
waktu lagi untuk memilih jika dia meninggal tanpa ada penerus kerajaan-kerajaan
lain bisa menyerang dan menghancurkan kerajaannya, akhirnya Raja memilih
pilihannya.
Hari itu tiba semua warga dikumpulkan
dialun-alun kerajaan, rakyat riuh dan was-was takut akan pilihan Raja yang
salah… Raja kemudian keluar bersama para menteri, Raja tersebut mengatakan banyak hal didepan
rakyatnya omongan raja tersebut membuat rakyatnya terdiam tenang dan semua
perhatian menuju pada sang Raja, dan akhirnya tiba saat Raja mengumumkan kepada
siapa dia menyerahkan tahtanya dia akhirnya memilih tangan kanannya yang
merupakan seorang Algojo… dia menyerahkan
Kerajaan padanya dan mengatakan kepada warganya bahwa tidak boleh ada rasa
curiga dan takut tidak boleh ada rasa dengki dan semua rakyatnya harus menuruti
perintah tangan kananya yang merupakan Raja baru.
Pada Awalnya Rakyat tersebut tidak terlalu
percaya dan pesimis pada masa depan kerajaan karena seorang
Rajanya adalah
seorang algojo dan merupakan bar-bar. Tapi Rajanya yang terdahulu tetap percaya
padanya karena dia punya alas an kuat memilihnya. Lama-kelamaan seluruh Rakyat
percaya dan menuruti perintah kerajaan dan kerajaan semakin berkembang pesat?
Raja yang baru ini benar-benar berani serta melakukan hal-hal yang baru yang
membuat kerajaan maju dan ditakuti kerajaan lain. Raja tersebut bahkan yang
membuat ide untuk mengadakan olahraga baru yang disebut Gladiator yang
bertarung disebuah colleseum, olahraga ini sangat diminati oleh banyak orang
bahkan diluar kerajaan. Raja yang terdahulu senang akan pilihannya menunjuk Tangan
kanannya. Kenapa?
Karena Raja tersebut berpikir kalau Tangan kanannya adalah orang yang selalu
ada disampingnya dan mengatahui masalah-masalah yang pernah dialami kerajaannya
dan cara menyelesaikan masalah tersebut hal itu merupakan pelajaran yang
diterima seorang Tangan kanannya yang merupakan seorang bar-bar dengan melihat
Rajanya memimpin sebuah kerajaan. Bahkan yang tadinya sangat beresiko bisa
menjadi pilihan yang terbaik untuk masa depan…
Diantara semua pilihan pasti ada resiko,
resiko bukan hal yang harus dijauhi karena setiap pilihan pasti ada resiko
bahkan saat kita tidak memilih sekalipun. Jadi yang bisa kita lakukan adalah
berpikir untuk memilih yang terbaik walaupun beresiko dan berani menanggung
resiko dan bertanggung jawab atas pilihan kita.
Seperti kata ayahku :
“Seorang Lelaki harus bisa memilih walaupun itu buruk”
Tidak terasa aku menulis cukup banyak. Aku
menutup kembali buku ini lalu aku simpan lagi ditempat yang bisa aku ingat aku
tidak ingin kehilangan buku ini lagi, tentunya aku harus mumilih tempat yang
tepat untuk menyimpannya.
Sabtu, 12 April 2014
Terbaik
Oleh : Amalia Ramadhani
Kelas : X IPA 7
Pagi ini terasa lebih segar dari sebelumnya.
Embun-embun yang biasanya bersembunyi, kini menampilkan dirinya supaya terlihat
eksis. Ku rasa, dia ingin juga kelihatan dan merasa dinikmati oleh orang-orang.
Embun juga ingin dipuji layaknya pelangi yang selalu dinyanyikan anak-anak
kecil. Eh tapi, apakah jaman sekarang masih ada anak-anak kecil yang
menyanyikan lagu sesuai dengan umurnya? Ku rasa hanya sedikit saja. Sekarang,
anak-anak tumbuh lebih cepat menjadi orang dewasa. Mungkin, mereka akan sangat
cepat keriput! Haha.
Bukan hanya embun yang ingin eksis di pagi ini. Ada
para semut pekerja yang sudah berjajar sedang hilir mudik mencari-cari
kebutuhan untuk kelangsungan hidup mereka bersama. Aku iri pada mereka. Sepagi
ini mereka sudah giat bekerja? Sedangkan aku, sekarang kerjaanku hanyalah
melihat sekitar. Padahal, seharusnya aku mandi untuk pergi ke sekolah. Aku
heran pada diriku sendiri. Bukan diriku saja yang heran pada diriku sendiri.
Tapi, Ibu dan Ayah juga heran kenapa anak tunggalnya ini sangat malas padahal
sebentar lagi akan menempuh ujian.
Ujian memang sangat menyebalkan! Apalagi, proses
menuju ujian itu lebih menyebalkan. Teman-teman, sebagian besar dari mereka
juga merasa sama sepertiku. Yaa, maklum usia kita sama dan kebanyakan pikiran
kita juga hampir sama. Kami adalah siswa dan siswi kelas 12 yang akan menempuh
ujian. Aku sih santai saja. Tidak perlu dibawa repot deh!
Ah, aku hampir lupa. Aku belum mandi dan aku harus
berangkat ke sekolah!
***
Seperti biasa, pukul 7.30 pasti sekolah sudah sangat
ramai. Ada yang berjalan santai dan ada juga yang berlarian. Biar ku tebak,
yang lari-lari itu pasti anak-anak yang tadi malam belum mengerjakan tugas
sedangkan sekarang jarum jam sudah menunjukkan angka 7.30. Yaa maklum sajalah.
Aku juga pernah, umm.. bahkan sering. Dan di kelas juga pasti sudah ribut. Ribut
nggak jelas gitu deh! Tapi aku suka kelas ini.
Sesampainya di kelas, aku langsung menaruh tas lalu
bergabung dengan Dicko, Leo, dan Sam. Mereka adalah sahabat paling aku sayangi.
Ahh so sweet. Entah karena apa, mungkin takdir kita selalu sekelas semenjak
kelas 10 hingga sekarang kelas 12. Nggak nyangka deh bisa menjadi bagian dari
orang-orang gila seperti mereka.
‘Tumben telat. Kenapa bro?’ Tanya Leo dengan gayanya
yang seperti biasa. Sok gaul.
‘males aja datang pagi. Lagian mau ngapain coba
pagi-pagi disini? Nggak ada kerjaan!’ jawabku.
‘Halaah! Kamu hanya beralasan saja Mar. Kamu pasti
sedang memikirkan sesuatu, kan? Cerita dong dengan kami. Kita kan sudah seperti
keluarga kan?’ Tanya si Dicko.
‘aduh, kalian ini masa nggak percaya sama temen
kalian yang paling ganteng ini hah?’ jawabku sambil menaikkan kedua alisku.
‘hueks! Kamu memang pandai sekali memuji dirimu
sendiri Mar.’ balas Sam dengan muka nyebelinnya.
‘eh, kita bikin kelompok belajar yuk? Kita kan
sebentar lagi akan UN. Persiapan gitu deeeh!’ kataku. Mereka tercengang. Apa
aku salah bicara seperti itu?
‘Nggak nyangka aku Mar sama kamu! Seorang Marcel
Pratama gitu loh. Guys, aku nggak mimpi kan nih?’ balas Sam. Sumpah ini si Sam
ekspresi wajahnya nggak biasa banget. Nyebelin abis. Dia kira aku nggak bisa
berubah apa.
‘emang wajahku terlihat bercanda, Sam?’ Tanyaku
dengan mata sinis.
Mereka hanya geleng-geleng. Manusia juga kan bisa
berubah..
Ya, sudah beberapa bulan kami belajar berkelompok.
Bahkan, anggotanya juga semakin banyak. Anak-anak dari kelas lain pun ikut. Aku
berubah menjadi orang yang lebih, ekhem giat. Belajar kami tidak asal-asalan.
Kami serius belajar dengan tekun. Karena, ada Rendi sang master matematika dan
fisika, Kelly sang master biologi dan kimia, serta Vera sang master bahasa
Inggris dan bahasa Indonesia. Bersyukur deh punya teman satu kelas para master.
***
‘udah tahu beritanya?’
Hah? Berita apaan?
‘apaan sih?’
‘itu loh. Kamu mau ikutan? Aku kasih diskon deh
kalau kamu ajak yang lain.’
Ikutan? Diskon? Kayak lagi jualan di online shop nih
mereka.
‘hmm.. gimana yaa, aku juga harus mikir-mikir dulu
Jo.’
Tuh, kan bener.
‘yaudah, kalau udah fix langsung kabari aku ya! Dan
kalau bisa kumpul di rumahku ya.’
Eh, jualannya harus kumpul dulu kali ya.
‘oke’
Sejak kapan aku menjadi menguping orang-orang
berbicara? Aku tidak peduli ah, sekarang aku pedulinya hanya pada ujian. Yaaa,
sekitar beberapa hari lagi. Semangat!
‘eh Mar, kamu mau ikutan nggak?’ Tanya Rino. Loh,
dia ngajak aku untuk ikutan jualan di online shop? Aku kan lagi focus ke ujian
masa haru ngurus online shop sih?
‘hm.. aku nggak tau nih No. Soalnya, aku nggak tau
bagaimana caranya.’ Jawabku. Yaa aku memang tidak tahu bagaimana caranya.
‘nanti aku yang ajarin kamu deh Mar. teman-teman
kelasmu juga ikutan, kok. Nanti pulang sekolah kamu datang aja ya ke rumah Joni
ya.’ Hah? Teman-teman sekalas juga banyak yang ikutan? Selain saingan di kelas
masa kami harus bersaing di online shop juga?
‘ah.. Oke deh.’ Jawabku dengan masih heran dengan
ini.
Setelah pulang sekolah aku datang bersama
sahabat-sahabat gilaku ke rumah Joni. Katanya, mereka juga diajak. Jadi, kami
datang bersama saja. Semua sudah berkumpul katanya. Banyak juga ya calon
penjual di online shop. Joni dan Rino sedang menerangkan sesuatu. Tapi aku
tidak mengerti sama sekali apa yang mereka katakan sejak awal. Semua materi
seperti bukan menyampaikan mengenai menjadi penjual melainkan… hal yang lain.
Apakah Sam, Leo, dan Dicko tahu tentang ini? Kenapa mereka tidak member tahuku?
Dan yang tadi Joni dan Rino bercakap mengenai…
***
‘Kok kalian nggak ngasih tau aku sih kalau yang tadi
mereka bicarakan tentang hal lain?’ tanyaku sedikit sewot.
‘Lah ya aku kira kamu tau. Kamu ini masa nggak
ngerti sih Mar?’ Dicko malah balik tanya padaku.
‘Ya mana aku tau Dick. Kalau aku tahu yang mereka
bicarakan mengenai itu, aku tidak akan datang!’ jawabku tegas.
‘Semua udah tau kali tentang ini. Jadi, kamu ikutan
atau nggak nih Mar?’ tanya Leo.
‘kayaknya aku nggak deh.’ Jawabku tegas lagi.
‘aku juga sempat berpikir begitu, tapi kalau dipikir
lagi ada benarnya juga yang dikatakan Joni.’ Jawab Leo.
‘iya Mar. kamu kan sering banget nggak ngerjain
tugas. Emang kamu ingat pelajaran apa saja yang diajarkan guru-guru?’ tiba-tiba
Joni datang dan berkata seperti itu. Haduh nih anak ngapain sih.
‘aku tetap tidak Jo. Aku sudah belajar bersama
teman-teman yang lain karena apa? Karena ingin sukses ujian dengan nilaiku
sendiri, bukan dari orang lain.’ Jawabku lebih tegas.
‘kamu terlalu pede Mar. Kamu nge-sok gitu.’ Balasnya
lalu pergi.
Apa yang aku putuskan itu salah? Aku lakukan ini
karena aku tahu apa yang aku perlukan. Apa yang aku inginkan aku sudah tahu
itu. Mereka saja yang tidak tahu apa-apa tentang aku. Seharusnya, mereka juga
mengerti perlakuan itu tidak baik. Huh! Aku ingin menunjukkan kalau aku bisa
karena diriku, bukan karena hal ini!
Kalau aku menerima, aku akan berlaku curang itu
untuk selanjutnya. Aku akan menjadi manusia yang tidak baik. Apa yang aku
lakukan bersama teman-teman itu adalah sia-sia kalau aku menerima ajakan itu.
Orangtuaku akan kecewa. Aku ingin membuktikan aku ini bisa tanpa berlaku
curang!
***
‘kalian jadi nih ikut ajakan dari mereka?’ tanyaku
pada sahabat-sahabatku.
‘hm.. kamu bener Mar, maaf ya kami sudah hampir
terjebak perangkap Joni dan Rino.’ Balas Sam.
‘santai aja kali Bro! Kita harus berjuang sama-sama
ya!’
‘siaaaap!’ jawab mereka serentak.
***
Ujian yang telah kami lewati dengan serius dan jujur
hasilnya sangat memuaskan sekali. Pilihanku dan teman-teman yang lain untuk
tidak mengikuti apa kata Joni dan Rino itu benar. Sangat benar. Kalau saja kami
mengikuti apa kata mereka, pasti aku akan mendapatkan nasib yang serupa dengan
mereka. Ya, itu adalah pilihan terbaik.
Tidak untuk Disesali
Karya : Fasya Hadiyan Aprilingga
Kelas : X IPA 4
Satu... dua...
Ada pilihan yang tak harus kita sesali
Pilihan untuk dilahirkan oleh siapa?
Pilihan hidup apakah keluarga kita akan sejahtera atau tidak?
Itu semua adalah pilihan yang sudah Tuhan berikan untuk kita
Semua pilihan itu pastilah yang terbaik untuk kita
Saat di dunia ini pun
Banyak sekali pilihan yang harus kita pilih
Apakah kita akan memilih untuk menjadi orang baik atau jahat?
Menjadi orang yang berhasil ataukah sebaliknya?
Semua adalah pilihan yang harus kita teguhkan dalam hati
Pilihan yang harus membuat kita belajar dari keputasan kita itu
Pilihan yang tidak harus kita sesali
Pilihan yang harus membuat kita semangat menjalani pilihan itu
Pilihan yang walaupun membuat kita sengsara
Namun dapat membuat kita bangkit dan memperbaiki keadaan kita
Dan membuat kita berhasil mencapai pilihan kita
Memilih yang Benar
Karya : Shelly Ila Amalia
Kelas : X IPA 4
Memilih memang sulit, apalagi diantara pilihan yang akan menentukan kamu. Bahagia atau menderita, berhasil atau gagal, kaya atau miskin, disayang atau dibenci. Termasuk memlih pemimpin negara kita untuk masa yang akan datang. Mengetahui? Perlu. Mengenal? Perlu. Mengetahui siapa dan apa yang akan dilakukan oleh pemimpin kita nanti. Pilihan yang benar adalah yang kita yakini, bukan yang kata orang atau uang. Kenapa harus kata yang lain kalau kita bisa memilih sendiri?
Bimbang
Oleh: Aulia Dwi Putri
Kelas: X IPA 2
Pilihan
Aku dan kamu pasti berbeda
Ingin jadi apa?
Akankah penuh suka atau duka?
Waktu akan menjawabnya
Aku termenung dalam kesendirian
Sunyi, sepi, tanpa melodi
Haruskah aku memilih?
Mentari telah tenggelam
Rembulan pun enggan menampakkan batang hidungnya
Keheningan malam semakin menusuk
Lagi-lagi aku dibuat bimbang
Pilihan ada dalam genggamanku
Seandainya pejamanku memberi jawaban
Aku ingin terus terpejam
Dalam damai menuju pilihanku
Kelas: X IPA 2
Pilihan
Aku dan kamu pasti berbeda
Ingin jadi apa?
Akankah penuh suka atau duka?
Waktu akan menjawabnya
Aku termenung dalam kesendirian
Sunyi, sepi, tanpa melodi
Haruskah aku memilih?
Mentari telah tenggelam
Rembulan pun enggan menampakkan batang hidungnya
Keheningan malam semakin menusuk
Lagi-lagi aku dibuat bimbang
Pilihan ada dalam genggamanku
Seandainya pejamanku memberi jawaban
Aku ingin terus terpejam
Dalam damai menuju pilihanku
Rabu, 09 April 2014
Tema 12 April 2014
Dear #smandacivil., engga terasa hampir 2 minggu blog ini ga keurus, maafkan admin yang menelantarkan blog ini Yaallah.. *lupakan* , oke untuk Tema Edisi 12 April 2014 apakah #smandacivil ada yang tahu? apakah ada ? ada? ...
Tema buat Edisi berikutnya gajauh-jauh dari peristiwa-peristiwa dekat-dekat ini kok, kira-kira apa ya? ,,, Ya! Jadi untuk Tema Edisi 12 April nanti ceritanya tentang Pesta Demokrasi nih #smandacivil... tapi #Penulismanda gak akan menyuruh smandacivil nulis tentang begitu-begituan, jadi admin akan memberikan tema yang sesuai dari itu ... , apa ya kira-kira yang enak?
Demo?
Caleg?
Pemimpin?
Wakil Rakyat?
Memilih?
Kayaknya dari yang diatas terlalu tinggi ya #smandacivil, gaenak juga kalau dibikin tema ... jadi apa ya? gimana kalau "PILIHAN" ?, nah oke jadi untuk Tema edisi 12 April 2014 adalah "PILIHAN" , jadi nanti bisa mencakup banyak hal dan #smandacivil bisa berkarya bebas...
Tema buat Edisi berikutnya gajauh-jauh dari peristiwa-peristiwa dekat-dekat ini kok, kira-kira apa ya? ,,, Ya! Jadi untuk Tema Edisi 12 April nanti ceritanya tentang Pesta Demokrasi nih #smandacivil... tapi #Penulismanda gak akan menyuruh smandacivil nulis tentang begitu-begituan, jadi admin akan memberikan tema yang sesuai dari itu ... , apa ya kira-kira yang enak?
Demo?
Caleg?
Pemimpin?
Wakil Rakyat?
Memilih?
Kayaknya dari yang diatas terlalu tinggi ya #smandacivil, gaenak juga kalau dibikin tema ... jadi apa ya? gimana kalau "PILIHAN" ?, nah oke jadi untuk Tema edisi 12 April 2014 adalah "PILIHAN" , jadi nanti bisa mencakup banyak hal dan #smandacivil bisa berkarya bebas...
Jadi...
ditunggu ya kreatifitas dan karya-karya #smandacivil.. kembangkan kreatifitasnya teman-teman jangan takut untuk berkarya
...
Untuk Deadline seperti biasa ya #smandacivil, paling lambat hari Sabtu 12 April pukul 17.00 WIB , dan diposting di Blog Penulismanda Hari Sabtu 12 April pukul 19.00 WIB ... Ditunggu karya tulisannya #smandacivil...
#KeepWriting ... VIVA SMANDA!
Langganan:
Postingan (Atom)